JURNAL POLRI.COM – Bandung Barat- Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Sidang Kelulusan Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bandung Barat yang digelar pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII sebanyak 337 peserta, menjadi momentum penting penentuan akhir perjalanan pendidikan mereka di jenjang madrasah.
Dalam sidang tersebut, sebanyak 327 siswa dinyatakan lulus secara langsung. Sementara itu, 10 siswa lainnya memperoleh status lulus bersyarat, yang mengharuskan mereka menyelesaikan sejumlah kewajiban akademik dan administratif sesuai kriteria kelulusan yang telah ditetapkan oleh pihak madrasah.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, yang turut didampingi oleh jajaran pejabat, di antaranya Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Madrasah). Turut hadir pula Ketua Komite MAN Bandung Barat, H. Abun Bunyamin, serta unsur dewan guru dan tenaga kependidikan.
Dalam sambutannya Kepala MAN Bandung Barat, H. Ali Mursid, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh siswa atas perjuangan mereka selama menempuh pendidikan.
“Kelulusan ini bukan sekadar angka, melainkan buah dari kesungguhan, kedisiplinan, dan doa yang tak pernah putus. Bagi siswa yang masih berstatus lulus bersyarat, ini bukan akhir, melainkan kesempatan untuk menyempurnakan ikhtiar menuju keberhasilan yang utuh,” ujar H. Ali Mursid.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga integritas dan semangat belajar sepanjang hayat.
“Madrasah tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam akhlak dan spiritualitas. Kami berharap seluruh lulusan MAN Bandung Barat mampu menjadi generasi yang membawa cahaya kebaikan bagi masyarakat,” tuturnya.
Pernyataan senada disampaikan oleh Kasubbag TU yang menekankan pentingnya kedisiplinan dalam memenuhi seluruh ketentuan kelulusan.
“Status lulus bersyarat hendaknya menjadi motivasi untuk lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban yang belum dituntaskan. Ini adalah bagian dari proses pembentukan karakter,” ungkapnya.
Adapun Kasi Madrasah menyoroti kualitas lulusan sebagai representasi mutu pendidikan madrasah.
“Kelulusan ini mencerminkan standar kualitas yang terus dijaga oleh madrasah. Kami optimistis para lulusan mampu bersaing dan berkontribusi di jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.
Ketua Komite MAN Bandung Barat, H. Abun Bunyamin, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami bangga atas capaian ini. Kolaborasi antara madrasah, orang tua, dan siswa menjadi kunci keberhasilan. Semoga para lulusan dapat membawa nama baik almamater di masa depan,” katanya.
Selain pengumuman kelulusan, acara juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 16 siswa berprestasi yang telah menunjukkan keunggulan di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung Barat beserta jajaran pejabat yang hadir.
Sidang kelulusan ini tidak hanya menjadi penanda akhir perjalanan belajar di bangku madrasah, tetapi juga gerbang awal menuju masa depan yang lebih luas. Di balik angka kelulusan, tersimpan harapan besar agar setiap langkah para lulusan senantiasa berpijak pada nilai, ilmu, dan keteguhan hati.
Dari ruang sidang yang penuh makna itu, lahirlah generasi yang siap menapaki jalan kehidupan—dengan ilmu sebagai cahaya, dan akhlak sebagai penuntun arah.
