JurnalPolri. My. Id, -Tulungagung
Peristiwa peresmian revitalisasi lahan praktik yang dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, pada Kamis, 14 Mei 2026 lalu menjadi titik awal yang sangat berarti bagi kemajuan SMKN 1 Tulungagung. Tidak hanya berhenti pada momen seremonial semata, pihak sekolah segera mengambil langkah nyata dan cepat untuk mengubah fasilitas tersebut menjadi pusat pembelajaran yang fungsional, guna mewujudkan tujuan besar menjadikannya tempat pengembangan keahlian agrobisnis modern serta penguatan sistem ketahanan pangan daerah.
Kepala SMKN 1 Tulungagung, Ning Fadillah, menegaskan bahwa perbaikan dan pengembangan fasilitas ini akan segera diintegrasikan langsung ke dalam proses pembelajaran siswa mulai minggu ini, seiring dengan penerapan penuh Program SIKAP yang dirancang untuk membentuk siswa yang berkarakter kuat dan memiliki kemampuan menghasilkan karya serta manfaat bagi lingkungan.
Menurut penuturan beliau, kehadiran dan dukungan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur bukan sekadar bentuk kunjungan atau kunjungan kerja biasa, melainkan merupakan amanah dan kepercayaan besar yang harus diwujudkan menjadi kenyataan. Tugas besar ini adalah menjadikan sekolah kejuruan sebagai penggerak utama dalam memajukan sektor pertanian modern di wilayah kawasan Mataraman dan sekitarnya, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.
“Ketika Ibu Gubernur hadir dan bahkan ikut serta menanam benih di lahan ini, hal itu menjadi semangat dan dorongan yang luar biasa bagi seluruh jajaran sekolah. Kini tugas kami adalah memastikan setiap langkah yang diambil dapat mengubah benih harapan tersebut menjadi inovasi dan hasil yang nyata. Lahan ini tidak akan dibiarkan terbengkalai atau tidak dimanfaatkan sepenuhnya, melainkan akan dikelola secara terstruktur, profesional dan mandiri oleh siswa dengan bimbingan serta pendampingan penuh dari para guru yang berkompeten,” ujar Ning Fadillah saat ditemui di ruang kerjanya pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Program revitalisasi yang dilaksanakan ini memiliki arah dan tujuan yang jelas, yakni tidak hanya sekadar memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi juga mempersiapkan lingkungan pembelajaran yang mampu mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan kualitas pangan bagi masyarakat luas. Selain itu, lahan ini dirancang untuk berfungsi sebagai laboratorium yang nyata, di mana siswa dapat mempraktikkan segala pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di kelas secara langsung di lapangan.
Melalui pendekatan pembelajaran yang mengadopsi pola penerapan industri, atau yang dikenal dengan metode Teaching Factory, siswa tidak hanya memahami konsep dan teori secara teoritis saja, melainkan juga terlibat secara penuh dalam seluruh tahapan proses produksi, pengelolaan sumber daya hingga pengemasan dan pemasaran hasil. Hal ini memberikan pengalaman nyata yang sangat berharga dan mempersiapkan mereka untuk bersaing serta bekerja di dunia usaha dan industri yang sesungguhnya.
Langkah dan arah pengembangan ini sepenuhnya selaras dengan visi dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memajukan pendidikan kejuruan yang mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia usaha serta industri, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di sektor pangan dan pertanian di masa mendatang.
Sebagai bentuk pelaksanaan tindak lanjut dari arahan dan masukan yang diberikan oleh Gubernur Jawa Timur serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung–Trenggalek, Dian Pemilu Sari, pihak sekolah telah merumuskan dan menyiapkan tiga strategi utama yang akan dijalankan secara bertahap. Strategi pertama adalah mengintegrasikan nilai-nilai dan pendekatan Program SIKAP secara menyeluruh ke dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, sehingga pembentukan sikap dan perilaku siswa yang produktif, mandiri dan berdaya guna dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam setiap kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Pewarta : by. U
