
Jurnal Polri.My.Id.Majalengka. Polres Majalengka Polda Jabar terus berkomitmen penuh dalam menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat melalui penguatan fungsi pemolisian masyarakat. Langkah nyata ini dibuktikan oleh jajaran Polsek Kertajati yang secara proaktif melaksanakan kegiatan sambang warga berbasis kemitraan di wilayah pedesaan, Senin (18/05/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan di bawah instruksi langsung Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., sebagai wujud nyata implementasi Laporan Harian “Polri untuk Masyarakat” TW I Program D dalam memantapkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kertajati AKP Diding Sunandi, S.E., M.H., menugaskan Bhabinkamtibmas Desa Mekarjaya, Brigadir Reza Anang Y., untuk melaksanakan optimalisasi pemolisian masyarakat. Petugas kepolisian ini turun langsung menyambangi warga yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari di lingkungan Desa Mekarjaya, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Melalui pendekatan dialogis Door to Door System (DDS) serta program Cooling System, Brigadir Reza Anang Y. berbaur dengan warga untuk menyampaikan sejumlah pesan dan imbauan Kamtibmas secara humanis.
“Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik melalui kehadiran nyata jajaran Bhabinkamtibmas di garis terdepan. Melalui metode sambang dari rumah ke rumah ini, personel kepolisian dapat menyerap langsung informasi yang berkembang, mengantisipasi potensi gesekan sosial, sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya kriminalitas,” ujar Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M.
Lewat dialog yang santai dan penuh keakraban ini, aparat kepolisian berhasil merangkul berbagai elemen di desa, mulai dari warga binaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda setempat. Sinergitas ini dibangun untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana serta membentengi masyarakat dari pengaruh berita bohong (hoax) dan isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga.(Wawan. G).
