JURNAL POLRI.My.Id,-TULUNGAGUNG
Dalam rangka menandai dimulainya musim giling tebu tahun 2026, Pejabat Sementara (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara resmi menghadiri pembukaan operasi giling di Pabrik Gula (PG) Mojopanggung. Kehadirannya tidak hanya sebagai simbol dukungan pemerintah daerah, tetapi juga sebagai bentuk komitmen nyata terhadap penguatan sektor pertanian lokal dan ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi produksi gula domestik.Sabtu,9 Mei 2026.
Acara yang berlangsung khidmat di halaman utama PG Mojopanggung ini dihadiri oleh jajaran direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN), perwakilan petani tebu mitra, kepala dinas terkait, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menekankan pentingnya sinergi antara petani, pabrik, dan pemerintah untuk memastikan kelancaran proses giling sekaligus menjaga stabilitas harga tebu di tingkat petani.
“Musim giling ini bukan sekadar aktivitas rutin industri, melainkan momentum strategis bagi kita semua untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan berbasis agroindustri,” ujar Ahmad Baharudin saat membuka acara. Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen PG Mojopanggung yang telah mempersiapkan infrastruktur dan logistik dengan baik sejak awal tahun.
Direktur Utama PG Mojopanggung, Ir. Bambang Sutrisno, M.Si., melaporkan bahwa target penyerapan tebu pada musim giling 2026 mencapai 150.000 ton dari luas lahan sekitar 3.200 hektare yang tersebar di lima kecamatan. “Kami optimis bisa melebihi target jika cuaca mendukung dan koordinasi dengan kelompok tani terus diperkuat,” katanya.
Ahmad Baharudin juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau jalannya proses giling agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran atau penurunan kualitas tebu yang merugikan petani. “Saya instruksikan Dinas Pertanian dan Perdagangan untuk turun langsung ke lapangan, pastikan setiap kilogram tebu dihargai sesuai kesepakatan dan dibayar tepat waktu,” tegasnya.
Selain itu, Plt Bupati juga mengumumkan rencana pengembangan sistem digitalisasi pencatatan tebu mulai musim depan, sehingga transparansi data volume, kualitas, dan pembayaran dapat diakses real-time oleh petani melalui aplikasi mobile. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi konflik dan meningkatkan kepercayaan petani terhadap sistem kemitraan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga melakukan kunjungan singkat ke ruang kontrol pusat PG Mojopanggung untuk melihat langsung proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih. Ia tampak tertarik dengan teknologi otomatisasi yang digunakan, termasuk sistem pemantauan suhu, tekanan, dan kadar air dalam proses kristalisasi.
Penutupan acara ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai simbol dimulainya operasi giling secara resmi, diikuti dengan pelepasan balon bertuliskan “Giling 2026: Produktif, Adil, Berkelanjutan”. Ratusan petani tebu yang hadir menyambut momen tersebut dengan sorak-sorai dan doa bersama, berharap musim giling tahun ini membawa berkah dan kesejahteraan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Pewarta : by.U
