KUNINGAN – Di era digital di mana kecepatan dan kemudahan menjadi kunci, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan berinovasi dalam metode penggalangan dana. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara resmi mendorong penggunaan pembayaran nontunai melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sarana utama donasi selama Bulan Dana PMI Tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, yang lebih akrab dengan transaksi digital daripada metode konvensional.
“Jangan hanya mengandalkan kupon. Kita harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan pembayaran melalui QRIS sehingga masyarakat lebih mudah berdonasi,” tegas Bupati Dian dalam sambutannya.
Inovasi ini dinilai strategis untuk menghilangkan hambatan teknis dalam berdonasi. Dengan cukup memindai kode QR, masyarakat dapat menyalurkan bantuan kapan saja dan di mana saja, tanpa perlu repot mencari uang tunai atau mengisi formulir kertas. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif dari kalangan milenial dan Gen Z yang menjadi tulang punggung gerakan kemanusiaan masa depan.
Kolaborasi untuk Target Kemanusiaan
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan optimisme bahwa seluruh rangkaian Bulan Dana PMI Tahun 2026 akan berjalan sukses. Ia meyakini bahwa dengan kolaborasi solid antara pemerintah, PMI, dunia usaha, dan masyarakat, target penghimpunan dana dapat tercapai bahkan terlampaui.
Dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk berbagai program kemanusiaan PMI, mulai dari tanggap darurat bencana, layanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi kelompok rentan.
“Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan kemanusiaan,” pungkas Bupati Dian.
Dengan adopsi teknologi QRIS ini, PMI Kabupaten Kuningan tidak hanya beradaptasi dengan tren digital, tetapi juga membuka pintu lebih lebar bagi siapa saja untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang inklusif dan efisien.
Sugi
