SOLO – Sejarah baru sedang ditulis oleh putra-putra terbaik Kabupaten Kuningan. Di bawah sorot lampu Stadion Sriwedari, Solo, pada Selasa (8/7/2026) malam, PESIK Kuningan berhasil membuktikan bahwa mental baja mereka lebih kuat dari tekanan apapun. Melalui drama adu penalti yang menegangkan, skuad “Kuda Hitam” menundukkan wakil Nusa Tenggara Timur, PSN Ngada, dengan skor akhir 5-4, setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal.
🐎 Bangkit dari Ketertinggalan: Mental Juara Ditunjukkan Sejak Menit Awal
Pertandingan dimulai dengan kejutan pahit. Baru berjalan 4 menit, lini pertahanan PESIK terlena, dan PSN Ngada menghukum kelengahan itu dengan gol cepat. Skor 0-1 membuat jantung para pendukung di tribun dan di rumah-rumah Kuningan serasa berhenti berdetak.
Namun, PESIK bukan tim yang mudah patah arang. Alih-alih panik, mereka justru menaikkan intensitas serangan. Kerja keras tersebut berbuah manis pada menit ke-22. Sepakan tajam Muhamad Arozi menembus kiper lawan, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini bukan sekadar angka, tapi simbol perlawanan dan harga diri.
Babak kedua berlangsung sangat sengit. Peluang demi peluang tercipta, namun disiplin pertahanan besi dan penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap terkunci 1-1 hingga peluit panjang berbunyi. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak penalti—adu nyali yang sesungguhnya.
Eksekutor Dingin, Mental Pemenang
Di titik paling krusial inilah karakter PESIK terlihat. Para algojo penalti tampil tenang, presisi, dan tanpa keraguan. Satu per satu bola dihujamkan ke sarang lawan. Ketika eksekutor terakhir PSN Ngada gagal, stadion pun meledak. Skor 5-4 memastikan PESIK Kuningan melaju ke Partai Puncak Liga 4 Piala Presiden 2026!
Dukungan Penuh dari Pimpinan Daerah: “Doa Kuningan Menyertai Kalian”
Kebanggaan ini tidak dirasakan pemain saja, tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat Kuningan. Hadir langsung memberikan semangat adalah Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, SH. M.Kn, Sekda U Kusmana, S.Sos, M.Si, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Bupati Dian, yang memiliki kenangan spesial sebagai mantan Manajer PESIK, menyampaikan pesan mendalam sebelum laga:
“Selamat kepada tim pelatih dan seluruh pemain atas keberhasilan lolos ke final. Terus jaga sportivitas, satukan tekad, dan berjuang memberikan yang terbaik. Seluruh doa masyarakat Kuningan menyertai setiap langkah kalian di lapangan.”
Kehadiran pimpinan daerah di Stadion Sriwedari menjadi bukti bahwa PESIK adalah aset berharga daerah, bukan sekadar tim sepak bola biasa.
Satu Langkah Lagi Menuju Glory!
Di partai final nanti, PESIK Kuningan akan menghadapi Pasuruan United, tim yang juga lolos lewat jalur dramatis adu penalti. Ini akan menjadi pertarungan antara dua tim dengan mental petarung sejati.
Bagi warga Kuningan, ini adalah momen langka. PESIK kini tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan impian mengangkat trofi juara dan mengharumkan nama Bumi Cermai di kancah nasional.
Mari kita doakan, mari kita dukung! Biarkan suara dari Kuningan bergema hingga Solo. PESIK, Bawa Pulang Trofinya!
Jayalah Sepak Bola Kuningan! Jayalah PESIK! ⚽🟢⚪
Sugi
