
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Waduk Darma di Kabupaten Kuningan kini tidak lagi hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai laboratorium inovasi lingkungan. Pada Sabtu-Minggu (11–12/7/2026), kawasan ini menjadi saksi bisu kolaborasi unik antara PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Jaswita Jabar), relawan pecinta alam lokal, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam aksi pembersihan eceng gondok yang bernilai ganda: menyelamatkan ekosistem sekaligus menciptakan peluang ekonomi.
Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Merespons Instruksi Bupati Kuningan Nomor 600.1.4/1/PEREKONOMIAN/2026 tertanggal 19 Juni 2026, para pemangku kepentingan bergerak terkoordinasi untuk mengubah paradigma penanganan eceng gondok. Jika sebelumnya tanaman air ini dianggap sebagai hama yang merusak keindahan waduk, kini ia dipandang sebagai bahan baku potensial untuk produk kerajinan, pupuk organik, hingga bioenergi.
Direktur Jaswita Jabar, Gun Gun Saptari Hidayat S.T., M.B.A., menegaskan bahwa keterlibatan perusahaannya melampaui kewajiban administratif. “Ini adalah komitmen nyata kami mendukung program Pemkab Kuningan sekaligus memperkuat peran Jaswita sebagai BUMD Provinsi Jawa Barat. Kami tidak hanya mengangkat eceng gondok, tetapi juga mengangkat nilai ekonominya bersama masyarakat,” ujarnya di lokasi kegiatan.
Kolaborasi tiga pilar—BUMD Provinsi, relawan komunitas, dan BUMDes desa—menciptakan model pengelolaan berkelanjutan yang jarang ditemukan. Relawan pecinta alam membawa semangat gotong royong, BUMDes memastikan manfaat ekonomi kembali ke warga setempat, sementara Jaswita Jabar menyediakan dukungan teknis dan jaringan pemasaran.
Instruksi Bupati Dian Rachmat Yanuar secara eksplisit mendorong pendekatan ini: pembersihan harus rutin, terencana, dan berorientasi pada pemberdayaan. Dengan demikian, Waduk Darma tidak hanya bersih dari gulma, tetapi juga subur dengan inovasi dan kemandirian ekonomi warga sekitar.
Langkah Jaswita Jabar dan mitranya ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi bukanlah dua hal yang bertentangan. Di tangan kolaborasi yang tepat, eceng gondok yang dulu dibenci kini menjadi simbol ketahanan ekologis dan kesejahteraan masyarakat Kuningan.
Sugi
