
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN.– Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini membawa warna berbeda bagi Kepolisian Resor (Polres) Kuningan. Bukan sekadar seremonial formal, Polres Kuningan memilih merayakan hari jadinya dengan cara yang menyentuh hati: merangkul anak-anak berkebutuhan khusus melalui seni.
Jumat (17/7/2026), suasana haru dan penuh semangat terpancar dari ruang kelas SLB Negeri Luragung, Kabupaten Kuningan. Di sana, Seksi Hubungan Masyarakat (Si Humas) Polres Kuningan menggelar Lomba Melukis Khusus Penyandang Disabilitas (Difabel). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang inklusif dan peduli.
Kehadiran Polisi yang Menghangatkan Hati
Kehadiran personel Polri di tengah-tengah para siswa SLB Negeri Luragung disambut dengan antusiasme luar biasa. Wajah-wajah ceria para peserta lomba seolah melupakan rasa canggung, berganti menjadi fokus dan bangga saat didampingi langsung oleh anggota polisi dalam menuangkan imajinasi mereka di atas kanvas.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasi Humas Polres Kuningan, AKP Mugiyono, S.E., M.M., bersama Aipda Yayat Hidayat, S.Kom., M.M., ini mengusung tema besar “Polri untuk Masyarakat”. Lebih dari sekadar kompetisi, momen ini adalah wujud konkret kedekatan emosional antara institusi kepolisian dan kelompok difabel yang sering kali terlupakan.
Wadah Ekspresi Tanpa Batas
AKP Mugiyono menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari atensi Kabid Humas Polda Jawa Barat untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Tujuannya sederhana namun mulia: memberikan panggung bagi mereka untuk mengekspresikan bakat seni terbaik tanpa hambatan.
“Hari ini, kami hadir bukan sebagai pengawas, melainkan sebagai pendamping dan sahabat. Kami menyaksikan langsung adik-adik kita di SLN Luragung menyalurkan bakat luar biasa mereka. Setiap goresan kuas dan warna yang mereka pilih adalah cerita murni dari hati mereka,” ujar AKP Mugiyono dengan nada bangga.
Ia menambahkan, proses verifikasi dilakukan secara ketat namun tetap nyaman bagi anak-anak. Seluruh kegiatan dilangsungkan secara offline (tatap muka) dan didokumentasikan lengkap melalui foto dan video. Hal ini untuk menjamin keabsahan karya sebelum dikirimkan ke tingkat Polda Jawa Barat untuk bersaing dengan perwakilan Polres lainnya di Jabar.
Seni Tanpa Sekat, Polri yang Humanis
Dalam lomba tersebut, peserta diberi kebebasan penuh menggunakan berbagai media, mulai dari cat air, akrilik, hingga pensil warna. Yang paling penting bukanlah kesempurnaan teknik, melainkan keberanian berekspresi dan kenyamanan para peserta selama berkarya.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polres Kuningan kembali menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Langkah kecil di SLN Luragung ini mengirimkan pesan kuat: bahwa di mata Polri, setiap warga negara memiliki tempat, hak, dan potensi yang sama untuk dihargai.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melahirkan karya seni yang indah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta membangun citra Polri yang semakin humanis, dekat, dan menyatu dengan denyut nadi masyarakat Kabupaten Kuningan. Sebuah kebanggaan tersendiri ketika seragam cokelat mampu menjadi simbol kehangatan dan inspirasi bagi mereka yang istimewa.
(Sugi MJP)
