
JURNAL POLRI.MY.ID.JAWA TENGAH – Kolaborasi lintas batas administratif bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hal ini ditegaskan dalam Kunci Bersama Summit 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menilai bahwa forum Kunci Bersama telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi strategis yang menghimpun 10 kabupaten/kota dengan potensi besar. Menurutnya, era pembangunan yang berjalan secara sektoral dan tertutup sudah harus ditinggalkan.
“Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Pembangunan hari ini membutuhkan kolaborasi lintas batas administratif, lintas sektor, dan lintas kepentingan,” ujar Erwan.
Erwan juga menyambut positif langkah konkret yang diambil dalam forum ini, yakni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT BIJB Kertajati, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Bagi dia, ini adalah bukti bahwa Kunci Bersama tidak berhenti sebagai ruang diskusi belaka, melainkan telah bergerak menuju kerja sama nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Investasi Melesat hingga Rp42,63 Triliun
Fakta menarik lainnya terungkap dari paparan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Dr. Edy Junaedi, M.Si. Ia mengungkapkan data mencengangkan terkait performa ekonomi kawasan ini.
Sepanjang periode Triwulan I 2024 hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi di 10 kabupaten/kota anggota Kunci Bersama tembus angka Rp42,63 triliun.
“Koridor 10 kabupaten/kota ini tumbuh sangat signifikan. Ini membuktikan bahwa Kunci Bersama merupakan episentrum investasi baru yang sangat menarik bagi para investor,” kata Edy.
Meski optimis, Edy memberikan catatan penting. Ia mengingatkan agar kawasan tersebut melakukan diversifikasi sektor investasi. Ketergantungan pada satu jenis industri saja berisiko membuat perekonomian rentan terhadap guncangan eksternal.
Investasi Adalah Bentuk Kepercayaan
Menyoroti aspek fundamental dari masuknya modal, Dian (tokoh/pembicara kunci*) menegaskan bahwa investasi tidak semata-mata dipahami sebagai angka atau uang, tetapi merupakan bentuk kepercayaan terhadap suatu daerah.
“Kepercayaan lahir ketika pemerintah mampu menghadirkan kepastian, kemudahan, dan keberpihakan terhadap pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Sebagai wujud ambisi besar tersebut, Dian berharap pemerintah pusat dapat menetapkan Kawasan Kunci Bersama sebagai Desk Investasi Nasional. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemerataan investasi di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Komitmen Lewat Deklarasi
Rangkaian acara Kunci Bersama Summit 2026 ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama Summit. Dokumen ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat sinergi pembangunan di kawasan perbatasan.
Melalui momentum ini, diharapkan kolaborasi pentahelix—meliputi pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, akademisi, dan investor—semakin solid. Tujuannya jelas: membuka peluang investasi baru, mempercepat pemerataan pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya bagi kawasan Kunci Bersama, tetapi juga bagi kemajuan ekonomi nasional.
(Sugi MJP)
