JURNAL POLRI.COM – Bandung Barat, 27 Juli 2026 – PLN Indonesia Power UBP Saguling terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Jamur Merang Berbahan Eceng Gondok yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (27/7) di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Indonesia Power UBP Saguling, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Satgas Citarum Harum Sektor 4 dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Cililin H. Bayu Suwandi Saputra yang mewakili Camat Cililin, Kepala Desa Karang Tanjung Rismawan, Danramil Cililin Kapten Inf. Arif Fahrudin, jajaran manajemen PLN Indonesia Power UBP Saguling, serta masyarakat Desa Karang Tanjung yang mengikuti pelatihan secara langsung.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya PLN Indonesia Power UBP Saguling dalam mendukung pengelolaan Waduk Saguling melalui pemanfaatan eceng gondok. Selama ini, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali menjadi salah satu tantangan di waduk karena berpotensi mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), menurunkan kualitas perairan, serta menghambat aktivitas masyarakat di sekitar waduk. Melalui inovasi ini, eceng gondok yang sebelumnya dianggap sebagai gulma diolah menjadi media tanam jamur merang yang memiliki nilai ekonomi.
Peserta memperoleh pembekalan mulai dari proses pengolahan eceng gondok menjadi media tanam, teknik penyusunan media, penanaman bibit, perawatan hingga proses panen jamur merang. Diharapkan keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha baru yang berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengurangan eceng gondok di Waduk Saguling.
Program budidaya jamur berbahan eceng gondok ini bukan merupakan langkah awal, melainkan pengembangan dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan PLN Indonesia Power UBP Saguling. Sebelumnya, perusahaan telah membangun dan mendampingi 12 kumbung jamur berbahan eceng gondok yang dikelola oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Cihampelas. Program tersebut menunjukkan bahwa eceng gondok dapat diolah menjadi media tanam produktif yang memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sebagai bentuk pengembangan program, kumbung jamur percontohan kini juga dibangun di Desa Karang Tanjung, Kecamatan Cililin. Keberadaan kumbung ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran sekaligus contoh nyata bagi masyarakat sekitar dalam mengembangkan budidaya jamur berbahan eceng gondok secara mandiri. Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Saguling bersama para pemangku kepentingan juga berencana memperluas program tersebut dengan membangun kumbung-kumbung percontohan di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Cililin sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Selain pelatihan budidaya jamur, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh para tamu undangan bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan tutupan hijau, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung konservasi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
Program ini menjadi bukti bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan eceng gondok tidak hanya membantu mengurangi keberadaannya di perairan Waduk Saguling, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui produk yang memiliki nilai tambah.
Dalam kesempatan tersebut, Dansektor 4 Citarum Harum menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan PLN Indonesia Power UBP Saguling. Menurutnya, pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun berbagai produk lainnya merupakan langkah yang sangat positif dan selaras dengan upaya pemulihan ekosistem Citarum yang saat ini terus dilakukan.
“Kami sangat mendukung program ini. Pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun produk lainnya merupakan langkah yang sangat positif. Inisiatif yang didukung PLN Indonesia Power UBP Saguling sangat relevan karena mampu menunjang kegiatan pembersihan eceng gondok yang sedang dilakukan di Waduk Saguling. Dengan adanya pemanfaatan ini, eceng gondok tidak hanya diangkat dari waduk untuk mengurangi penyebarannya, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pendekatan seperti ini merupakan solusi yang lebih berkelanjutan karena mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga penanganan eceng gondok tidak berhenti pada proses pembersihan saja, tetapi memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling menegaskan bahwa sebagai pengelola PLTA Saguling, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan ekosistem waduk sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keandalan operasi pembangkit.
“Keberlanjutan operasi PLTA Saguling sangat bergantung pada kondisi ekosistem Waduk Saguling. Oleh karena itu, kami tidak hanya berfokus pada pengangkatan eceng gondok sebagai upaya menjaga kelancaran operasional pembangkit, tetapi juga mendorong pemanfaatannya agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa PLN Indonesia Power UBP Saguling terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah, masyarakat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengubah eceng gondok dari permasalahan lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai.
“Pemanfaatan eceng gondok menjadi media tanam maupun produk lainnya merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung ekonomi sirkular, memberdayakan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian Waduk Saguling secara berkelanjutan. Program pembangunan kumbung jamur di Cihampelas yang kini berkembang ke Desa Karang Tanjung menjadi bukti bahwa pengelolaan eceng gondok dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat sehingga penanganan eceng gondok tidak bersifat sesaat, melainkan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan penyediaan energi bersih bagi Indonesia,” tambahnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Cililin H. Bayu Suwandi Saputra yang menilai kolaborasi antara PLN Indonesia Power UBP Saguling, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Satgas Citarum Harum, dan masyarakat merupakan contoh sinergi yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Karang Tanjung, Rismawan, yang berharap keberadaan kumbung jamur percontohan di desanya dapat menjadi awal lahirnya kelompok-kelompok usaha baru berbasis pemanfaatan eceng gondok. Menurutnya, potensi eceng gondok yang melimpah di Waduk Saguling akan menjadi lebih bermanfaat apabila mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Indonesia Power UBP Saguling terus menghadirkan berbagai inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Kolaborasi yang terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Satgas Citarum Harum, pemerintah desa, TNI, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung keandalan pembangkit listrik tenaga air sebagai penyedia energi bersih bagi Indonesia.
