
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Suasana hangat penuh semangat kebersamaan menyelimuti GOR Ewangga, Rabu (29/7/2026). Ratusan insan koperasi dari berbagai penjuru Kabupaten Kuningan berkumpul bukan hanya untuk merayakan ulang tahun organisasi mereka yang ke-79, tetapi untuk menegaskan kembali peran vital koperasi sebagai napas perekonomian kerakyatan.
Acara puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional tingkat Kabupaten Kuningan ini dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang hadir di tengah jajaran Forkopimda, kepala dinas, perbankan, BUMD, hingga pengurus dan anggota koperasi.
Koperasi: Sekolah Kehidupan Bersama
Dalam sambutannya yang menyentuh, Bupati Dian mengajak seluruh hadirin untuk melihat koperasi dari perspektif yang lebih dalam. Baginya, kemajuan daerah tidak semata diukur dari tinggi gedung atau megahnya infrastruktur fisik.
“Bangsa atau daerah yang besar bukan hanya ditandai oleh bangunan-bangunan menjulang. Yang paling penting adalah sejauh mana semangat gotong royong, saling membantu, dan berbagi itu hidup di tengah masyarakat. Itulah modal utama kita membangun kesejahteraan,” tegas Dian.
Ia menekankan bahwa koperasi sejatinya adalah ruang belajar tentang solidaritas. Nilai utamanya bukan sekadar pada besarnya Sisa Hasil Usaha (SHU) atau keuntungan finansial, melainkan pada kemampuan koperasi menghadirkan optimisme, memperluas kesempatan berusaha, dan menumbuhkan rasa saling menguatkan.
“Koperasi adalah tempat kita belajar hidup bersama. Keuntungan sesungguhnya bukan hanya angka di atas kertas, tetapi bertambahnya kesejahteraan masyarakat dan lahirnya harapan untuk tumbuh bersama,” ujarnya.
Di sela acara, Bupati juga membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM RI, menyerukan agar gerakan koperasi terus diperkuat sebagai fondasi ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di tengah tantangan zaman.
Rangkaian Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagperin), Toni Kusumanto, AP., M.Si., menjelaskan bahwa peringatan tahun ini dirancang untuk melampaui kesan seremonial belaka. Ini adalah momentum untuk menggelorakan kembali ruh koperasi di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk berkoperasi dan meningkatkan literasi perkoperasian. Tujuannya agar koperasi semakin diminati sebagai wadah ekonomi yang sehat, profesional, dan mandiri,” kata Toni.
Bukti keseriusan ini terlihat dari rangkaian kegiatan yang telah bergulir sejak beberapa bulan lalu. Mulai dari bakti sosial penyaluran 2.935 paket sembako, ziarah ke tokoh koperasi, edukasi antikorupsi melalui program “Koperasi Saba Sakola”, hingga lomba kreativitas berupa esai dan video. Puncaknya, acara dimeriahkan dengan bazar produk UMKM, jalan santai, donor darah, serta penyerahan penghargaan bagi koperasi berprestasi dan tokoh koperasi.
Toni juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada sektor perbankan dan dunia usaha yang telah berkolaborasi menyukseskan setiap rangkaian acara, menunjukkan bahwa sinergi adalah kunci kekuatan koperasi modern.
Acara ditutup dengan suasana ceria melalui pembagian doorprize dan interaksi langsung antara pemerintah dan pelaku koperasi, meninggalkan pesan kuat: bahwa di balik transaksi ekonomi, ada ikatan kemanusiaan yang membuat Kabupaten Kuningan terus bergerak maju bersama.
(Sugi MJP)
