
Jurnal Polri.My.Id.KUNINGAN. – Sebuah kebanggaan baru hadir di Desa Cibuntu, Kecamatan Cigandamekar. Pada Kamis (30/7/2026), Jembatan Perintis Garuda resmi diresmikan, menandai berakhirnya isolasi akses antara Dusun Sangareal dan Dusun Dayeuh. Kehadiran jembatan sepanjang 12 meter ini bukan sekadar struktur beton, melainkan simbol nyata dari kekuatan kolaborasi dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Bagi warga setempat, Jembatan Garuda adalah “jalan harapan”. Selama ini, mobilitas antar-dusun sering terkendala, menghambat distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi nadi ekonomi desa. Kini, dengan adanya jembatan ini, para petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih cepat dan aman. Anak-anak pun dapat menempuh jalan ke sekolah dengan lebih mudah, serta akses menuju fasilitas kesehatan menjadi jauh lebih efisien. Ini adalah bukti bahwa infrastruktur kecil memiliki dampak besar bagi kualitas hidup masyarakat.
Dandim 0615/Kuningan, Letkol Arh Hafda Prima Agung, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan ini adalah buah dari semangat gotong royong yang masih kental di tanah Kuningan.
“Pembangunan jembatan ini menjadi bukti bahwa ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bersatu padu, tidak ada hambatan yang tidak bisa diselesaikan. Ini adalah wujud nyata kolaborasi yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Lebih dari sekadar penghubung fisik dua dusun, Jembatan Garuda diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan lancarnya arus distribusi, kesejahteraan warga diprediksi akan meningkat, membuka peluang usaha baru, dan memperkuat ketahanan pangan desa.
Peresmian Jembatan Garuda menjadi catatan indah bagi Kabupaten Kuningan. Ini membuktikan bahwa di setiap sudut daerah, pembangunan terus bergulir berkat sinergi semua pihak. Mari kita jaga bersama aset ini, dan teruslah berkarya untuk memajukan Kuningan yang lebih sejahtera.
Selamat kepada warga Desa Cibuntu! Kuningan bangga dengan semangat kebersamaan Anda.
(Sugi MJP)
