
JIRNAL POLRI.MY.ID.CIREBON. – Suasana kuliner malam di Gunungsari Trade Centre (GTC), Kota Cirebon, kini bakal berubah. Pasca-viralnya insiden keributan antara pengamen dan pengunjung, para pelaku usaha di kawasan tersebut sepakat mengambil langkah tegas: melarang pengamen dan pengemis masuk ke area GTC.
Keputusan ini diambil sebagai respons cepat untuk mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang menikmati hidangan malam. Selain memperketat pengawasan di pintu masuk, para pemilik usaha juga berencana memasang spanduk larangan sebagai peringatan visual yang jelas.
Komitmen Nyata Ciptakan Zona Aman
Owner Meogja dan Gudang Oyster, Kiki Khoirunnisa, menegaskan bahwa pemasangan spanduk bukan sekadar simbol, melainkan bentuk komitmen kolektif pelaku usaha.
“Kami berencana memasang spanduk bertuliskan ‘Mohon Maaf, Pengamen dan Pengemis Dilarang Masuk Area GTC’. Harapannya, kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi dan pengunjung bisa kembali merasa aman dan nyaman saat menikmati kuliner di sini,” ujar Kiki kepada awak media.
Langkah preventif ini mendapat dukungan luas dari pengunjung maupun warganet. Banyak yang menilai bahwa kawasan kuliner seharusnya menjadi ruang publik yang inklusif dan menyenangkan, bebas dari intimidasi atau tindakan yang meresahkan kenyamanan bersama.
Kronologi Insiden yang Viral
Larangan ini merupakan buntut dari insiden yang heboh di media sosial beberapa waktu lalu. Sebuah video berdurasi 43 detik merekam adu mulut yang berujung saling dorong hingga baku hantam antara sekelompok pengamen dan pengunjung di area GTC Pasar Gunungsari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika sekelompok pengunjung sedang menunggu pesanan makanan sambil berbincang santai. Tiba-tiba, beberapa pengamen menghampiri dan meminta uang secara memaksa. Penolakan dari pengunjung memicu ketegangan yang kemudian meledak menjadi kekerasan fisik.
Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan publik karena GTC dikenal sebagai salah satu pusat kuliner favorit di Kota Cirebon. Kekerasan di tengah keramaian dinilai sangat mengganggu citra destinasi wisata kuliner setempat.
Dengan adanya kesepakatan larangan ini, diharapkan GTC Cirebon dapat kembali menjadi tempat berkumpul yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, namun tetap menjunjung tinggi ketertiban umum.
Sugi MJP
