
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di balik gedung pemerintahan yang megah, ada cerita-cerita sunyi tentang perjuangan keluarga kecil melawan penyakit. Kamis (6/8/2026), Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, S.Sos., atau yang akrab disapa Bunda Ela, memilih menghabiskan waktunya bukan di ruang kerja, melainkan di sebuah rumah sederhana di Desa Karangkancana.
Tujuannya satu: menjenguk Aisyah Yumna Kurnia, balita berusia enam bulan yang sejak lahir harus berjuang melawan kebocoran jantung bawaan. Kehadiran Bunda Ela membawa angin segar harapan bagi keluarga yang selama ini bergulat dengan kecemasan akan kesehatan buah hatinya.
Perjalanan Medis yang Belum Usai
Aisyah bukanlah bayi biasa. Sejak hari pertama kelahirannya, ia telah didiagnosis mengalami congenital heart defect (kebocoran jantung). Rujukan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sempat menjadi titik terang, namun takdir berkata lain. Tim medis kemudian mendeteksi adanya gangguan pada paru-paru yang memperumit kondisi Aisyah, sehingga ia masih membutuhkan pemantauan intensif dan penanganan lanjutan yang tidak mudah.
Melihat kondisi tersebut, Bunda Ela tidak hanya datang dengan tangan kosong. Ia menyerahkan bantuan materi sebagai bentuk kepedulian nyata, sekaligus memberikan dukungan moril yang tak ternilai harganya bagi sang ibu dan ayah.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Yang paling penting, Aisyah dapat terus mendapatkan pengobatan terbaik sehingga kondisinya semakin membaik,” ujar Bunda Ela dengan nada lembut namun penuh keteguhan.
Baginya, kunjungan ini bukan sekadar protokol sosial. Ini adalah manifestasi dari filosofi LKKS: memperkuat kepedulian sosial dengan cara hadir langsung di tengah warga yang sedang rapuh. “Kehadiran di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan,” tambahnya.
Doa dan Harapan dari Keluarga
Tangis haru dan rasa syukur terucap dari bibir keluarga Aisyah. Bagi mereka, perhatian dari Bunda Ela dan LKKS Kuningan adalah bukti bahwa mereka tidak sendirian dalam perjuangan ini. Mereka berharap putrinya segera memperoleh penanganan medis optimal dan diberikan kesembuhan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Kunjungan ke Desa Karangkancana ini menegaskan komitmen LKKS Kabupaten Kuningan sebagai garda terdepan kesejahteraan sosial. Bukan hanya sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan, tetapi sebagai entitas yang benar-benar “merasakan” apa yang dirasakan warganya.
Di era di mana banyak program sosial berjalan secara administratif, sentuhan personal seperti yang ditunjukkan Bunda Ela mengingatkan kita bahwa esensi dari pelayanan publik adalah kemanusiaan itu sendiri. Untuk Aisyah, dan ribuan anak-anak Kuningan lainnya yang sedang berjuang, kehadiran negara—yang diwakili oleh sosok-sosok peduli seperti Bunda Ela—adalah obat penyembuh yang tak kalah pentingnya dari obat-obatan medis.
(Sugi MJP)
