
BANDUNG – JURNALPOLRI – Polsek Rancaekek, Polresta Bandung, bersama unsur Forkopimcam dan sejumlah pihak terkait mengikuti rapat koordinasi lanjutan terkait rencana pembangunan konstruksi jembatan sementara yang menghubungkan Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, dengan Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Kantor Desa Cileunyi Wetan, Senin (10/8/2026), mulai pukul 10.30 hingga 13.00 WIB. Pertemuan membahas kesiapan pembangunan jembatan sementara yang direncanakan menjadi akses pendukung pekerjaan pembangunan GIS 150 KV Tegalluar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Rancaekek Kompol Deny Sunjaya, S.H., M.H., unsur Polsek Cileunyi, Koramil Rancaekek dan Cileunyi, pemerintah kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas serta Babinsa, perwakilan PLN UPP JBT 2, pihak pelaksana proyek, hingga perwakilan RT dan RW dari wilayah yang terdampak rencana pembangunan.
Dalam rapat, pihak pelaksana menjelaskan bahwa jembatan yang direncanakan tersebut bersifat sementara dan akan digunakan untuk mendukung mobilitas kendaraan pengangkut material serta komponen pembangunan GIS. Setelah pekerjaan selesai, jembatan tersebut direncanakan untuk dibongkar kembali.
Jembatan sementara itu diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar tiga hingga enam bulan. Konstruksi dirancang tanpa rangka atas dan menggunakan penguatan konstruksi baja pada bagian bawah. Pihak pelaksana juga menyampaikan bahwa aktivitas pembangunan akan diupayakan tidak mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.
Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi, mulai dari kemungkinan jembatan untuk dipertahankan menjadi akses permanen, perhatian terhadap kondisi jembatan lama, hingga pelibatan warga sekitar dalam proses rekrutmen tenaga kerja dan pengamanan alat berat selama pembangunan berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Rancaekek menekankan pentingnya komunikasi, koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat sebelum pembangunan dimulai, termasuk memastikan aspek perizinan dan koordinasi dengan perangkat lingkungan seperti RT dan RW.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Rancaekek Kompol Deny Sunjaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa Polri bersama unsur terkait siap mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung pembangunan ini, khususnya dari sisi keamanan. Namun sebelum pelaksanaan, komunikasi, koordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat serta perangkat lingkungan harus dilakukan dengan baik agar seluruh tahapan berjalan tertib dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pihak pelaksana agar memperhatikan waktu pelaksanaan pekerjaan serta kondisi sosial dan kearifan lokal masyarakat sekitar.
“Pembangunan harus berjalan, tetapi kepentingan masyarakat juga harus diperhatikan. Kami berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan menyelesaikan setiap potensi persoalan melalui koordinasi secara bersama-sama,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut, unsur Polri, TNI dan pemerintah menyatakan kesiapan untuk mendukung rencana pembangunan dengan tetap meminta pihak pelaksana memenuhi aspek legalitas, perizinan serta koordinasi dengan lingkungan sekitar.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan rencana pembangunan jembatan sementara dapat berjalan secara tertib, aman dan kondusif, sekaligus mendukung pembangunan GIS 150 KV Tegalluar yang ditujukan untuk menunjang kebutuhan kelistrikan di wilayah Bandung Raya.
Editor : San
