
JIRNAL POLRI.MY.ID.MAJALENGKA.Majalengka, Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Majalengka mulai memicu terjadinya kekeringan di sejumlah titik. Merespons kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka dan unsur Forkopimda menggelar bakti sosial pembagian air bersih bagi warga terdampak, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan bakti sosial ini dibuka secara seremonial di Mapolres Majalengka. Prosesi pelepasan ditandai dengan pemasangan bendera Merah Putih pada armada truk tangki air oleh Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., bersama Wakil Bupati Majalengka Dena Muhammad Ramdhan, unsur Forkopimda, serta BPBD Kabupaten Majalengka.

Usai pelepasan, iring-iringan truk tangki air bersih langsung bergerak menyasar tiga lokasi terdampak kekeringan di rute pertama, yakni Desa Bantrangsana di Kecamatan Panyingkiran, Desa Heuleut di Kecamatan Kadipaten, serta Desa Surawangi di Kecamatan Jatiwangi.
Di lokasi penyerahan air bersih, Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman turun langsung menyapa warga dengan didampingi Forkopimcam masing-masing kecamatan serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Majalengka.

“Bakti sosial penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri bersama Pemerintah Daerah di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air bersih akibat dampak musim kemarau,” ujar AKBP M Aldy Sulaiman di lokasi penyerahan.
Antusiasme warga terlihat membuncah saat armada tangki air tiba. Tampak ibu-ibu hingga bapak-bapak dengan tertib mengantre membawa galon bekas, ember, hingga jeriken demi mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolres menambahkan, aksi kemanusiaan ini juga digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus memperkuat sinergitas lintas sektor dalam membantu mengatasi permasalahan sosial di masyarakat.
“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban warga terdampak kekeringan. Polres Majalengka bersama Pemkab dan BPBD akan terus memantau wilayah-wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih,” pungkasnya, Jumat (14/8/2026).((Wawan.G).

