
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah derasnya arus digitalisasi, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menekankan bahwa gelar akademis saja tidak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan di masa depan. Dalam sebuah kesempatan bersama mahasiswa Universitas Terbuka (UT), Bupati Dian mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga membangun adaptabilitas terhadap perubahan zaman.
Menurutnya, teknologi telah secara fundamental mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga membangun usaha. Oleh karena itu, kunci utama bagi mahasiswa saat ini adalah kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif sekaligus bijak.
“Tidak cukup hanya berbekal ijazah untuk menyongsong masa depan. Kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tegas Bupati Dian.
Peluang Era Digital dan Keseimbangan Karakter
Bupati Dian menilai bahwa generasi muda saat ini berada dalam posisi yang sangat menguntungkan dibandingkan generasi sebelumnya. Munculnya profesi-profesi baru dan model pekerjaan fleksibel memungkinkan siapa saja untuk membangun bisnis atau menghasilkan karya yang dapat diakses pasar global, tanpa terikat pada pola kerja konvensional.
Namun, peluang besar ini harus diimbangi dengan penguatan karakter. Ia mendorong mahasiswa UT untuk tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual. Kombinasi inilah yang akan menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi dinamika kehidupan profesional maupun pribadi.
Tiga Pesan Emas untuk Mahasiswa
Menutup paparannya, Bupati Dian menyampaikan tiga pesan strategis yang ia sebut sebagai “kompas” bagi para mahasiswa:
- Selesaikan Apa yang Dimulai: Jangan mudah menyerah saat menghadapi tugas berat, kesulitan, maupun kegagalan. Ketekunan adalah kunci penyelesaian.
- Jangan Pernah Berhenti Belajar: Ijazah bukanlah tanda berhenti menuntut ilmu, melainkan pintu gerbang untuk terus mengembangkan diri sepanjang hayat (long-life learning).
- Jadilah Manusia yang Bermanfaat: Mengutip prinsip agama, ia mengingatkan, “Khairunnas anfa’uhum linnas”—sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Ulah Sieun Kanu Ngimpi
Dengan gaya komunikasi yang dekat dan membumi, Bupati Dian juga menyelipkan pesan dalam bahasa Sunda yang menyentuh hati para hadirin.
“Ulah sieun kanu ngimpi. Jangan pernah takut untuk bermimpi, jangan takut untuk berproses, jangan takut menghadapi kegagalan, dan jangan pernah berhenti melangkah,” pesannya penuh semangat.
Ia berharap para mahasiswa UT dapat menyelesaikan studi dengan baik, meningkatkan kompetensi, dan akhirnya kembali memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Kuningan.
Hadir Dukung Semangat Literasi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan akademisi, antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. H. Elon Carlan, S.Pd., M.Pd.; Direktur UT Bandung, Drs. Enceng, M.Si.; Manajer Pembelajaran UT Bandung, Zulham Adamy, S.H., M.H.; serta Ketua Sentra Layanan UT, Iin Luginawati, M.Si. Ratusan mahasiswa Universitas Terbuka tampak antusias mengikuti acara, baik secara langsung maupun daring.
(Sugi MJP)

