Banggai laut BTN 17/08/2026-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Paisu Moute Kabupaten Banggai Laut secara resmi menerbitkan pemberitahuan tanggap darurat terkait penurunan penurunan debit air baku secara signifikan di seluruh wilayah operasional.
Langkah penanganan cepat ini diambil setelah tim teknis melakukan evaluasi komprehensif di lapangan sepanjang pertengahan bulan Agustus 2026.
Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Banggai Laut menjadi penyebab utama merosotnya suplai air bersih pada fasilitas penampungan utama.
Penurunan debit air baku tersebut memengaruhi seluruh titik Intake dan Catcher Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang menjadi tumpuan masyarakat.
Sejumlah sumber air utama seperti Mata Air Paisu Moute, Molino 1 & 2, Matano, Boloa, Eks Pemda, Kanali Moloyos, KEM, Lelang, Mandemel, Bituon, Paisu Labue, KEM-2, Palalente, Sindung, Paisu Tete, Papaisu, Tangkorok, Matano Bungin, hingga Kodongunon saat ini mengalami penyusutan kapasitas pasokan yang drastis.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak langsung pada terganggunya kontinuitas serta stabilitas distribusi air bersih ke rumah-rumah warga secara mendadak.
Untuk meminimalisir dampak kekeringan dan memastikan keadilan distribusi, manajemen PERUMDAM Paisu Moute mengambil kebijakan rekayasa teknis jaringan.
Tim teknis jajaran operasional menerapkan skema Sistem Alih Gilir Layanan atau pengaliran air secara bergilir untuk seluruh pelanggan.
Penerapan zonasi pengaliran ini disesuaikan secara berkala berdasarkan dinamika ketersediaan debit air baku serta rute pola jaringan distribusi di setiap lokasi.
Sebagai langkah mitigasi darurat bagi daerah yang terkena dampak penghentian aliran sementara, manajemen mengerahkan armada Mobil Tangki air bersih.
Armada tangki darurat ini dijadwalkan beroperasi secara intensif melayani warga selama 1 x 22 jam setiap harinya sepanjang masa kemarau.
Namun demikian, keterbatasan fasilitas operasional membuat pengiriman air bersih harus diatur melalui mekanisme prioritas antrean.
Dengan ketersediaan 2 unit armada mobil tangki saat ini, proses pengiriman air dilakukan secara ketat berdasarkan urutan pendaftaran resmi yang masuk ke pusat layanan pelanggan.
Manajemen PERUMDAM Paisu Moute mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan air bersih secara ketat.
Pelanggan diharapkan memprioritaskan pemanfaatan air bersih yang ada khusus untuk pemenuhan kebutuhan pokok domestik dan konsumsi harian keluarga.
Selain itu, pelanggan diimbau menyiapkan wadah penampungan air yang bersih dan tertutup rapat saat jadwal pengaliran air masuk ke wilayah masing-masing.
Langkah ini penting dilakukan guna menjaga kualitas dan cadangan air keluarga tetap higienis selama penutupan aliran bergilir berlangsung.
Direksi PERUMDAM Paisu Moute menegaskan larangan keras bagi siapapun untuk merusak, memindahkan, meretas, atau memanipulasi fasilitas penunjang SPAM.
Tindakan perusakan atau pembukaan secara paksa pada meter air, keran, maupun katup (valve) pembagi jaringan distribusi akan ditindak secara tegas. Pelanggar fasilitas umum ini dapat dikenakan sanksi administratif hingga ancaman pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Wilayah terdampak mencakup area perkotaan hingga pelosok desa, mulai dari Kelurahan Lompio, Tanobonunungan, Dodung, Desa Lampa, Tinakin Darat, Tinakin Laut, Adean, Mominit, Timbong, Dangkalan (Dusun Peling Solit & Banglamayu), serta seluruh wilayah kecamatan dan kepulauan seperti Desa Kokini, Monsongan, Gonggong, Matanga, Mansalean, Lipulalongo, Lalong, Bone-Bone, Lantibung, Kalupapi, hingga Desa Bungin.
Manajemen PERUMDAM Paisu Moute menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan operasional yang terjadi selama masa krisis iklim ini.
Direktur PERUMDAM Paisu Moute, Rahmat Ibaad, S.H., M.Si., mengapresiasi pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh warga Banggai Laut dalam mendukung penghematan penggunaan air baku demi kebaikan bersama.
Susanto

