BANGGAI LAUT — Persoalan krisis air bersih yang mengganggu kebutuhan RSUD Banggai Laut mendapat perhatian langsung dari Bupati Banggai Laut, Sofyan Kaepa.Bupati turun langsung ke RSUD, Selasa (18/8/2026), untuk melihat kondisi ketersediaan air sekaligus memastikan pelayanan terhadap pasien, tenaga kesehatan dan keluarga pasien tetap berjalan.Di tengah kondisi pasokan air yang terbatas, pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah darurat. Dua unit penampungan air berkapasitas masing-masing 5.000 liter ditambah, disusul lima tong air dengan kapasitas masing-masing 2.500 liter.Penambahan penampungan ini menjadi langkah cepat untuk memastikan RSUD tetap memiliki cadangan air ketika distribusi utama mengalami kendala.Namun, Pemkab Banggai Laut tidak ingin persoalan tersebut hanya diselesaikan dengan mengandalkan pasokan air tangki.Bupati Sofyan Kaepa bersama pihak terkait langsung mencari alternatif sumber air. Salah satunya dengan meninjau sumber mata air di wilayah Adean bersama Kepala Desa Adean dan pihak PDAM.Sumber tersebut tengah dikaji untuk kemungkinan pembangunan jaringan pipa baru yang dapat dialirkan menuju RSUD Banggai Laut.Selain jaringan pipa, pemerintah juga merencanakan pembangunan bak penampungan air berkapasitas besar di area belakang RSUD. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi bagian dari sistem cadangan air rumah sakit dalam jangka panjang.Untuk mengantisipasi kebutuhan selama masa krisis, mobil tangki PDAM, PMI dan Damkar juga diminta bersiaga melakukan pengisian air secara berkala.Langkah ini dilakukan agar penampungan yang tersedia tetap terisi dan aktivitas pelayanan kesehatan tidak terganggu.Krisis Air Tak Boleh Ganggu Pelayanan PasienKetersediaan air di rumah sakit bukan sekadar persoalan kenyamanan. Air menjadi kebutuhan vital untuk hampir seluruh aktivitas pelayanan kesehatan.Mulai dari kebutuhan pasien, sanitasi, kebersihan ruangan, pencucian peralatan medis hingga menjaga lingkungan rumah sakit tetap higienis, semuanya membutuhkan pasokan air yang memadai.Karena itu, persoalan air di RSUD Banggai Laut membutuhkan solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.Pembangunan sumber air alternatif, jaringan perpipaan, sumur bor maupun penampungan berkapasitas besar menjadi sejumlah opsi yang perlu dipersiapkan agar krisis serupa tidak kembali terjadi.Respons langsung Bupati Sofyan Kaepa diharapkan menjadi titik awal pembenahan sistem penyediaan air di RSUD Banggai Laut.Masyarakat tentu berharap pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai persoalan mendasar seperti air bersih justru menghambat pelayanan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan perawatan.Sebab, rumah sakit membutuhkan air untuk memberikan pelayanan. Ketika pasokan air terganggu, pemerintah dituntut hadir bukan sekadar mencari solusi sementara, tetapi memastikan persoalan tersebut benar-benar tuntasSusanto

