
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, Kabupaten Kuningan kembali menorehkan prestasi gemilang melalui penyelenggaraan Festival Linggarjati 2026. Bukan sekadar acara seremonial, festival tahun ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mengubah situs bersejarah menjadi ruang hidup yang dinamis, edukatif, dan menguntungkan bagi masyarakat lokal.
Penutupan Festival Linggarjati 2026 yang mengusung tema “The Soul of Linggarjati” meninggalkan kesan mendalam. Acara ini bukan hanya tentang nostalgia masa lalu, melainkan sebuah afirmasi bahwa nilai-nilai luhur perjuangan dan budaya dapat bertransformasi menjadi kekuatan modern yang relevan bagi generasi milenial dan Gen Z.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tuti, Bupati Kuningan menekankan paradigma baru dalam mengukur kesuksesan sebuah event daerah.
“Keberhasilan sebuah festival tidak lagi hanya diukur dari kemeriahannya semata. Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, tolok ukur utamanya adalah manfaat nyata: seberapa besar keterlibatan masyarakat, seberapa kuat nilai budaya yang terserap, dan yang paling penting, seberapa signifikan dampaknya terhadap peningkatan perekonomian warga,” ujar Tuti.
Pernyataan ini menegaskan visi pemerintah daerah yang pro-rakyat dan berorientasi pada kesejahteraan. Festival Linggarjati berhasil membuktikan dirinya sebagai katalisator ekonomi kreatif, di mana UMKM lokal, pengrajin, dan pelaku seni Kuningan mendapatkan panggung luas untuk memasarkan produk mereka, sehingga roda ekonomi masyarakat berputar lebih cepat.
Lebih dari itu, Festival Linggarjati 2026 menjadi momen refleksi kolektif. Sejarah Perjanjian Linggarjati tidak lagi dipandang sebagai catatan kaku di buku teks, melainkan “jiwa” yang terus mengalir. Melalui berbagai rangkaian acara yang inovatif, semangat gotong royong, kecintaan tanah air, dan identitas budaya Kuningan berhasil ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima oleh generasi muda.
Dengan pendekatan yang humanis dan visioner ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berhasil mengubah Linggarjati dari sekadar monumen sejarah menjadi living museum—ruang edukasi, kreativitas, dan kebanggaan bersama.
Kesuksesan Festival Linggarjati 2026 adalah buah dari sinergi antara kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, partisipasi aktif masyarakat, dan inovasi para pemuda Kuningan. Ini adalah pesan jelas bahwa Kuningan tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga sedang membangun masa depan yang cerah, berbudaya, dan sejahtera.
Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan ke depannya, memastikan bahwa Festival Linggarjati tetap menjadi ikon nasional yang membawa nama harum Kabupaten Kuningan ke tingkat yang lebih tinggi.
(Sugi MJP)

