
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Bupati Kuningan, H. Acep Purnama (Dian), menyampaikan pesan mendalam mengenai tantangan era digital dan pentingnya pembangunan karakter manusia di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kebijaksanaan dan akhlak mulia.
Bupati Dian menyoroti fenomena maraknya penyebaran informasi hoaks di media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia, khususnya dalam memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya.
“Media sosial boleh semakin ramai, tapi lisan kita tetap terjaga. Hoaks bertebaran di mana-mana, jangan langsung nge-share sesuatu yang belum tentu kebenarannya,” pesannya tegas.
Bagi Bupati Dian, menyebarkan hoaks atau fitnah bukan sekadar pelanggaran etika digital, melainkan tindakan yang dapat melukai perasaan dan merusak kehidupan orang lain. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa adopsi teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Pembangunan Manusia Lebih Penting dari Fisik
Menyinggung program unggulan “Kuningan Melesat”, Bupati Dian menegaskan bahwa semangat tersebut tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai percepatan pembangunan fisik semata. Meskipun jalan, jembatan, dan penerangan jalan umum (PJU) penting, fondasi utama kabupaten ini adalah kualitas manusianya.
“Untuk apa jalan bagus kalau tidak disertai dengan semakin bagusnya akhlak masyarakat Kabupaten Kuningan? Pembangunan yang paling hakiki adalah ketika orang tua merasa dihormati, anak yatim piatu ada yang merawat, dan orang miskin merasa diperhatikan,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sosial. Sebaliknya, budaya silih asih, silih asuh, dan silih asah perlu dibangun secara mandiri di setiap lingkungan masyarakat.
Perubahan Besar Dimulai dari Hal Kecil
Kepada generasi muda Awirarangan, khususnya Ikatan Pemuda Masjid Awirarangan (IPMA), Bupati Dian berpesan agar tidak terbebani oleh keinginan untuk selalu melakukan hal-hal besar. Menurutnya, perubahan signifikan justru bermula dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten.
“Tidak perlu melakukan hal-hal besar dengan program-program besar. Cukup hormati orang tua dan kasepuhan, sayangi fakir miskin di sekitar kita, hindari bullying, jaga kebersihan masjid, serta dukung program pemberdayaan yang membawa senyuman bagi masyarakat,” tuturnya.
Tak lupa, ia juga mengingatkan para orang tua untuk menjadi teladan nyata. Pendidikan karakter, menurutnya, tidak cukup hanya dengan nasihat verbal, tetapi harus dicontohkan melalui perilaku sehari-hari.
Momentum Maulid Nabi untuk Perubahan Tulus
Menutup sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini sebagai momentum refleksi diri untuk melakukan perubahan yang sederhana, nyata, dan tulus.
Ia juga mengungkapkan harapan besarnya agar Masjid Al-Muttaqin terus berperan sebagai pusat energi kebaikan. Energi positif ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh warga Awirarangan, tetapi juga mampu menyebar dan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kuningan.
“Langkah sederhana kita, ketika dilaksanakan dengan kesederhanaan dan ketulusan, akan melahirkan sebuah kemewahan bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Bupati Dian.
Sugi MJP

