
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan ziarah ke makam para bupati pendahulu. Kegiatan yang mengusung semangat “Terpadu Satu Pintu” ini melibatkan sejumlah pejabat utama daerah dan tokoh masyarakat, sebagai bentuk penghormatan atas jejak pengabdian para pemimpin terdahulu.
Rangkaian acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Pendopo Kabupaten Kuningan. Seluruh peserta berangkat secara bersama-sama menggunakan armada yang telah disediakan pemerintah daerah. Turut hadir dalam rombongan tersebut antara lain Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda, serta tokoh ulama KH. Muhammad Ishaq Baihaqi, M.Pd., dan KH. Fahrurozi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar agenda seremonial belaka. Menurutnya, kegiatan ini membawa pesan mendalam bagi generasi penerus untuk terus mengingat, mendoakan, dan menghargai jasa para pemimpin yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan daerah.
“Ziarah ini adalah bagian integral dari rangkaian Hari Jadi untuk mengapresiasi para mantan bupati yang berjasa membangun Kuningan. Generasi penerus wajib mendoakan dan menziarahi makam mereka sebagai wujud terima kasih,” ujar Ucu.
Menjaga Kontinuitas Sejarah
Ucu menilai, langkah menelusuri jejak para pendahulu merupakan upaya strategis untuk menjaga kesinambungan sejarah pembangunan Kabupaten Kuningan. Ia menekankan bahwa setiap pemimpin memiliki kontribusi unik yang disesuaikan dengan tantangan zamannya masing-masing.
“Dengan mengenang jasa para pendahulu, kita diingatkan bahwa pembangunan Kuningan hari ini tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan bagian dari perjalanan panjang yang telah dirintis oleh para pemimpin sebelumnya,” jelasnya.
Selain dimensi historis, kegiatan ini juga sarat dengan nilai spiritual dan kemanusiaan. Ucu menambahkan bahwa ziarah menjadi pengingat halus bagi setiap manusia tentang kodrat kehidupan dan kematian. Mendoakan mereka yang telah lebih dahulu berpulang dianggap sebagai nilai luhur yang perlu terus dijaga.
“Kegiatan ini juga diharapkan menginspirasi kita semua untuk rutin berziarah ke makam orang tua dan leluhur. Karena pada hakikatnya, kita semua akan kembali ke tempat yang sama,” tuturnya penuh renungan.
Misi ke Tiga Kota
Sebagai realisasi dari arahan Bupati Dian Muhammad untuk menziarahi seluruh 21 makam bupati pendahulu, tiga tim terpisah diberangkatkan pada Jumat, 28 Agustus 2026. Masing-masing tim bergerak menuju Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya, di mana para mantan bupati tersebut dimakamkan.
Langkah konkret ini mempertegas pesan bahwa perjalanan Kuningan masa kini tidak dapat dilepaskan dari jasa para pemimpin masa lalu. Melalui penghormatan ini, Pemkab Kuningan berharap dapat mengambil keteladanan untuk melanjutkan estafet pembangunan daerah menuju arah yang lebih baik.
Sugi MJP

