
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan, “Seberat apapun beban, jika dipikul bersama akan terasa ringan.” Di Kabupaten Kuningan, pepatah ini bukan sekadar kata-kata manis, melainkan realitas hidup yang terus-menerus dibuktikan.
Memasuki usia ke-528 tahun, Kabupaten Kuningan tidak hanya berdiri kokoh karena fondasi sejarah atau kekuatan birokrasi semata. Kekuatan terbesar Kuningan justru terletak pada denyut nadi masyarakatnya—rakyat yang sigap, peduli, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap arah kebijakan pemimpin mereka. Di garda terdepan dalam menjembatani aspirasi rakyat dan eksekusi program pemerintah, hadir sosok Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn.
Di bawah sinergi kepemimpinan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., dan pendampingan intensif dari Wakil Bupati Tuti Andriani, Kuningan telah membuktikan bahwa ketika pemerintah mendengar dan masyarakat merespons dengan positif, hasil yang dicapai bisa melampaui ekspektasi.
Wajah Baru Kepemimpinan: Dekat, Empatik, dan Solusif
Hj. Tuti Andriani, seorang wanita berlatar belakang hukum yang tegas namun rendah hati, telah membawa warna baru dalam pendekatan pemerintahan di Kuningan. Bagi beliau, jabatan wakil bupati bukan sekadar posisi protokoler, melainkan amanah untuk menjadi “telinga” bagi mereka yang suaranya sering luput dari perhatian.
“Tugas kami bukan hanya membuat peraturan, tetapi memastikan peraturan itu menyentuh kehidupan nyata. Dan itu tidak mungkin berhasil tanpa tangan-tangan terulur dari masyarakat,” ujar Tuti dalam salah satu kesempatan dialog publik.
Gaya kepemimpinan Tuti yang mengedepankan pendekatan humanis dan kekeluargaan ternyata menemukan resonansi yang kuat di tengah masyarakat Kuningan. Rakyat tidak lagi melihat pemerintah sebagai entitas yang jauh dan kaku, melainkan sebagai mitra sejati dalam membangun desa dan kota.
Bukti Nyata: Ketika Program Pemerintah Direspons dengan Antusiasme
Dukungan masyarakat Kuningan terhadap program pemerintah bukan isapan jempol. Data dan fakta di lapangan menunjukkan tingkat partisipasi publik yang sangat tinggi dalam berbagai inisiatif strategis yang digagas oleh Pemkab Kuningan, dengan fasilitasi aktif dari Wakil Bupati Tuti Andriani.
- Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak
Salah satu fokus utama Wakil Bupati Tuti adalah peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Melalui program-posyandu terintegrasi dan layanan jemput bola bagi ibu hamil risiko tinggi, masyarakat menyambut dengan hangat. Para kader posyandu di seluruh kecamatan bekerja dengan semangat luar biasa, didukung oleh kesadaran ibu-ibu muda Kuningan yang semakin melek kesehatan.
Hasilnya? Angka kematian ibu dan bayi di Kuningan terus menekan angka terendah dalam dekade terakhir. Ini adalah kemenangan bersama antara kebijakan pro-rakyat dari Wakil Bupati dan kepatuhan serta kesadaran tinggi masyarakat.
- Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Kreatif
Melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pemberdayaan UMKM, Wakil Bupati Tuti secara konsisten mendorong kaum perempuan Kuningan untuk mandiri secara ekonomi. Dari pengrajin tenun di Cigugur hingga pelaku kuliner di Kota Kuningan, respons mereka luar biasa.
Masyarakat tidak menunggu bantuan datang, tetapi mereka proaktif mengikuti pelatihan, mengadopsi teknologi digital, dan memasarkan produk lokal dengan bangga. Geliat ekonomi kreatif di Kuningan yang kini kian dikenal nasional adalah buah dari kolaborasi antara visi pemimpin dan kerja keras warganya.
- Gerakan Literasi dan Pendidikan Karakter
Menyadari bahwa masa depan Kuningan ada di tangan generasi mudanya, Wakil Bupati Tuti juga gencar mengkampanyekan gerakan literasi. Perpustakaan desa yang sebelumnya sepi, kini ramai dikunjungi berkat program “Satu Desa Satu Rumah Baca” yang didukung penuh oleh tokoh masyarakat dan orang tua siswa.
Masyarakat Kuningan terbukti sangat peduli pada pendidikan. Mereka rela menyisihkan waktu dan tenaga untuk terlibat dalam kegiatan mendongeng, kelas menulis, dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kuningan adalah masyarakat yang haus akan ilmu dan kemajuan.
Kepercayaan Adalah Modal Utama
Apa rahasia di balik dukungan masif ini? Jawabannya sederhana: Kepercayaan.
Masyarakat Kuningan percaya bahwa setiap rupiah anggaran daerah digunakan dengan benar. Mereka percaya bahwa setiap program yang diluncurkan oleh Bupati Dian dan Wakil Bupati Tuti bertujuan untuk kesejahteraan mereka, bukan kepentingan sesaat. Transparansi dan akuntabilitas yang dijaga ketat oleh jajaran pemerintah, termasuk peran pengawasan dari DPRD, telah membangun jembatan kepercayaan yang kokoh.
Wakil Bupati Tuti Andriani sering menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Beliau rutin turun ke lapangan, mendengarkan keluhan, dan langsung menindaklanjuti solusi. Sikap ini membuat masyarakat merasa dihargai. Ketika rakyat merasa dihargai, mereka akan memberikan yang terbaik bagi daerahnya.
Kuningan Pinunjul: Sebuah Kebanggaan Bersama
Kini, saat Kabupaten Kuningan merayakan Hari Jadi ke-528 dan HUT RI ke-81, kita patut bermegah diri. Bukan karena gedung-gedung baru yang berdiri, melainkan karena karakter masyarakatnya yang unggul.
Masyarakat Kuningan telah menunjukkan bahwa mereka adalah mitra pemerintah yang ideal. Mereka kritis namun konstruktif, taat aturan namun inovatif, dan tradisional namun terbuka terhadap perubahan.
Kepada Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., rakyat Kuningan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Beliau telah menjadi simbol ketangguhan perempuan dalam kepemimpinan, yang mampu merangkul semua golongan dan menggerakkan roda pembangunan dengan hati.
Dan kepada seluruh masyarakat Kuningan, terima kasih. Terima kasih atas kepercayaan Anda, atas keringat Anda, dan atas cinta Anda pada tanah kelahiran. Kalianlah alasan mengapa Kuningan disebut Pinunjul (Unggul).
Mari kita jaga momentum ini. Teruslah bersinergi. Teruslah mendukung program-program baik yang ditujukan untuk kemaslahatan bersama. Karena di Kuningan, pemerintah dan rakyat adalah satu tubuh, satu jiwa, dan satu tujuan: Menuju Kuningan yang Maju, Adil, dan Sejahtera.
Dirgahayu Kabupaten Kuningan ke-528! Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!
(Sugi MJP)

