Jurnal Polri.My.Id,-Tulungagung
Penjabat Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., secara resmi membuka kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026. Upacara pembukaan digelar di halaman Gedung Olahraga Lembu Peteng pada Sabtu malam, 5 September 2026.
Ajang tahun ini diikuti sebanyak 470 peserta yang berasal dari seluruh 19 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung. Suasana pembukaan berlangsung penuh kemeriahan, dan turut dihadiri jajaran unsur Pimpinan Daerah, tokoh agama, Sekretaris Daerah Kabupaten, serta para kepala satuan kerja perangkat daerah.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung beserta seluruh jajarannya, para pimpinan instansi vertikal, pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, para Camat, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, para dewan juri, pembina, seluruh peserta, serta petugas pendamping lomba.
Dalam sambutan yang disampaikannya, Plt. Bupati Ahmad Baharudin menegaskan pemahaman mendasar terhadap makna penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kegiatan ini sama sekali tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk berebut kemenangan dan gelar juara semata.
Lebih dari itu, Ahmad Baharudin menekankan bahwa MTQ ke-XXXII ini hendaknya dijadikan sebagai momentum yang tepat untuk semakin menanamkan dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Al-Qur’an ke dalam tata kehidupan masyarakat luas.
“MTQ harus menjadi sarana agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin hidup di tengah masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa cinta yang mendalam di kalangan generasi muda terhadap Kitab Suci Al-Qur’an,” tegasnya di hadapan hadirin.
Pemahaman isi Al-Qur’an pun lanjut disampaikannya, tidak boleh berhenti sekadar pada kemampuan membacanya saja. Setiap nilai yang terkandung di dalamnya wajib dipahami maknanya, dihayati hakikatnya, dan selanjutnya diwujudkan dalam sikap serta tingkah laku sehari-hari.
Dengan semangat tersebut, Ahmad Baharudin berharap rangkaian kegiatan MTQ kali ini mampu memperkuat syiar agama sekaligus melahirkan dan membentuk masyarakat Tulungagung yang senantiasa menjunjung tinggi nilai keagamaan, berkarakter luhur, hidup rukun sesama, serta berbudi pekerti yang mulia.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar menempuh setiap babak perlombaan dengan penuh semangat yang tulus dan niat yang ikhlas, serta senantiasa menjaga sikap dan menaati prinsip kejujuran dalam bertanding.
Keberhasilan seseorang dalam mengikuti ajang MTQ ini, ujarnya, tidak semata-mata dinilai dari piala atau gelar juara yang diraih. Yang jauh lebih bernilai adalah seberapa jauh kegiatan ini mampu mendekatkan hati peserta maupun masyarakat kepada Al-Qur’an, sekaligus membentuk kepribadian dan akhlak yang semakin baik.
Di tengah derasnya arus kemajuan zaman dan perkembangan teknologi yang membawa berbagai pengaruh, Ahmad Baharudin menyadari bahwa generasi muda kini sedang menghadapi tantangan yang semakin beragam dan berat.
Oleh sebab itu, Al-Qur’an senantiasa diharapkan menjadi pegangan hidup sekaligus sumber nilai abadi, guna mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kecerdasan akal, melainkan juga kokoh dalam ketakwaan serta memiliki watak dan kepribadian yang tangguh.
Pada kesempatan istimewa tersebut, Plt. Bupati juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua, pendidik, para ustadz dan ustadzah, pengelola pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, pengurus LPTQ, dewan juri, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang senantiasa berbakti membina generasi pecinta Al-Qur’an di Tulungagung.
Pembinaan terhadap para pembaca dan penghafal Al-Qur’an, para ahli tafsir, serta peserta berbagai cabang keilmuan yang berkaitan dengan Al-Qur’an, lanjutnya, wajib terus dilakukan secara berkesinambungan, terencana, dan terarah demi masa depan yang lebih baik.
Langkah pembinaan yang konsisten tersebut dinilai sangat penting agar kelak lahir semakin banyak generasi unggul asal Tulungagung yang mampu mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat kabupaten maupun provinsi, melainkan hingga ke kancah nasional hingga internasional.
Kepada seluruh dewan juri yang bertugas, Ahmad Baharudin berpesan agar senantiasa menjalankan amanah penilaian dengan penuh tanggung jawab, objektif, dan profesional, serta selalu berpegang teguh pada prinsip keadilan bagi setiap peserta.
Sementara itu, kepada seluruh peserta dan pendamping, ia menghimbau agar senantiasa menjaga kerukunan sesama, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga silaturahmi sepanjang rangkaian kegiatan MTQ berlangsung hingga berakhir.
Sebagai penutup sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan harapan agar dengan dibukanya ajang MTQ kali ini, semakin memperkuat tekad seluruh masyarakat Tulungagung untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam setiap langkah kehidupan.
“Mari kita jaga kerukunan sesama, tumbuhkan rasa peduli, saling menghargai perbedaan, dan lestarikan akhlak yang mulia dalam hidup bermasyarakat,” tutup Plt. Bupati Ahmad Baharudin dengan pesan yang menyentuh hati.
Pewarta :by.U
