KUNINGAN, 11 September 2026 – Di tengah arus globalisasi dan dinamika politik yang kian kompleks, Kabupaten Kuningan memiliki benteng baru dalam menjaga keutuhan ideologi bangsa. Melalui komunitas strategis “Cikubangsari”, nilai-nilai luhur Pancasila dan empat pilar kebangsaan (UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI) tidak lagi sekadar wacana, melainkan hidup dalam diskusi-diskusi mendalam yang dipimpin langsung oleh tokoh-tokoh Partai NasDem.
Komunitas ini bukan sekadar wadah silaturahmi, melainkan telah bertransformasi menjadi inkubator gagasan kebangsaan yang eksklusif dan berkualitas. Di balik setiap diskusi strategis tersebut, terdapat ketegasan visi dari Ketua DPC Partai NasDem Kuningan, Pak Ulu, yang menjadikan Cikubangsari sebagai laboratorium demokrasi deliberatif di tingkat lokal.
Seleksi Ketat demi Kemurnian Gagasan Kebangsaan
Salah satu anggota aktif Cikubangsari mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari lingkaran elit ini. Bagi mereka, bergabung dengan Cikubangsari adalah sebuah prestise karena proses seleksinya yang sangat ketat, menjamin bahwa setiap peserta diskusi memiliki komitmen tinggi terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Masuk ke Cikubangsari itu tidak mudah. Ada filter kualitas yang kuat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara pertemuan rutin, Kamis (11/9/2026).
Ia menekankan bahwa kredibilitas forum ini sangat dipengaruhi oleh figur sentralnya, Pak Ulu. Sebagai Ketua DPC NasDem Kuningan, Pak Ulu dikenal sangat selektif dalam memilih siapa saja yang boleh bergabung, memastikan bahwa ruang diskusi tetap terjaga integritasnya.
“Mendapatkan kepercayaan Pak Ulu adalah sebuah kehormatan. Beliau ingin memastikan bahwa diskusi di sini benar-benar berbobot dan mengarah pada penguatan nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar obrolan kosong. Latar belakang beliau sebagai senior di Partai NasDem sangat berpengaruh dalam membentuk kultur diskusi yang matang dan nasionalis,” jelasnya.
Kehadiran Pak Ulu, bersama figur penting lainnya seperti Kakak Adani, menciptakan atmosfer diskusi yang dewasa. Kombinasi antara pengalaman politik, jaringan luas, dan kedalaman pemahaman ideologi dari para tokoh NasDem ini membuat Cikubangsari menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin memahami esensi kebangsaan secara komprehensif.
Apresiasi Lintas Partai: Contoh Harmoni Politik Berbasis Ideologi
Inisiatif Partai NasDem melalui Cikubangsari dalam menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI juga mendapat apresiasi positif dari lintas spektrum politik. Anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Partai Demokrat, Shohibul Imam, menilai langkah ini sebagai indikator positif bagi kesehatan demokrasi lokal.
“Kami dari Fraksi Demokrat menyambut baik inisiatif masyarakat yang ingin berkumpul secara terstruktur dan berkualitas. Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Pak Ulu dari NasDem membawa pengaruh besar dalam menjaga marwah organisasi sekaligus memperkokoh pemahaman kebangsaan,” ujar Shohibul.
Shohibul menekankan bahwa semangat gotong royong dan dialog lintas kalangan yang terjadi di Cikubangsari seharusnya menjadi contoh bagi harmonisasi politik di Kuningan. Menurutnya, eksklusivitas di Cikubangsari bukanlah untuk memisahkan diri, melainkan upaya menjaga kualitas diskusi agar pesan-pesan Pancasila dan UUD 1945 dapat tersampaikan dengan tepat dan mendalam.
“Cikubangsari membuktikan bahwa ketika dipimpin oleh tokoh berpengalaman seperti Pak Ulu, ruang diskusi bisa melahirkan gagasan konstruktif untuk daerah. Kami berharap ruang-ruang seperti ini terus melahirkan kader-kader yang paham dan cinta tanah air,” tambahnya.
NasDem: Lebih dari Sekadar Partai, Tapi Penjaga Ideologi
Melalui kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang diintegrasikan dalam aktivitas Cikubangsari, Partai NasDem Kuningan menunjukkan komitmennya yang lebih dari sekadar kontestasi politik. NasDem hadir sebagai penjaga ideologi, memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap relevan dan dipahami oleh lapisan masyarakat strategis.
Dengan dukungan penuh dari tokoh kunci seperti Pak Ulu dan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat, Cikubangsari diharapkan terus berperan sebagai pemersatu potensi sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan. Ini adalah bukti nyata bahwa Partai NasDem tidak hanya bekerja untuk kekuasaan, tetapi juga bekerja untuk keberlanjutan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
(Juned MJP)
