POSO – Wakapolsek Lage, IPTU Muryanto Teguh, memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Pegunungan Tompaso, Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, pada Minggu (20/9/2026). Hingga pukul 13.30 WITA, api masih menyala aktif dan diperkirakan telah melahap lahan seluas 10 hektare. Kondisi diperparah oleh medan yang terjal sehingga menyulitkan akses kendaraan pemadam kebakaran besar.
Berdasarkan data di lapangan, titik api saat ini berada dalam jarak kritis, yakni hanya sekitar 150 meter dari permukiman warga. Selain itu, sebagian titik api juga sudah mendekati Jalan Trans Sulawesi, yang menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas karena pengendara diminta untuk ekstra hati-hati. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil pada bangunan penduduk (Nihil).
Mengingat sulitnya jangkauan alat berat, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan sistem estafet. Sebanyak 175 personel yang terdiri dari 15 anggota TNI, 10 anggota Polri, dan 150 warga masyarakat bahu-membahu membawa air menggunakan mesin tangki semprot, jerigen, dan ember dari jalan utama menuju lokasi api yang berjarak sekitar 100 meter masuk ke dalam hutan. Dukungan sarana prasarana meliputi 1 unit Damkar Kabupaten Poso, 3 unit Damkar TNI, 1 unit Damkar BNPB, serta 1 tandon air milik Brimob yang disiagakan untuk suplai air dan antisipasi jika api merambat ke pemukiman.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Waka Polsek Lage, IPTU Muryanto Teguh, memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.
“Situasi di lapangan cukup menantang karena topografi Pegunungan Tompaso yang curam dan tidak bisa diakses oleh unit damkar besar. Oleh karena itu, kami mengandalkan kekuatan manusia dan peralatan manual seperti jerigen dan mesin semprot portable. Saya bersama 10 anggota Polri lainnya turun langsung ke garis depan untuk memompa semangat warga dan mengkoordinasikan pembagian tugas agar pemadaman berjalan efektif,” ujar IPTU Muryanto.
Lebih lanjut, Waka Polsek menjelaskan upaya pengamanan lalu lintas dan perlindungan warga.
“Kami telah mengerahkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi yang mengalami kemacetan akibat asap dan aktivitas pemadaman. Kami mengimbau kepada para pengendara untuk mengurangi kecepatan, menyalakan lampu, dan mengikuti arahan petugas. Prioritas utama kami adalah memastikan api tidak menyentuh rumah warga yang jaraknya sudah sangat dekat, yakni 150 meter. Unit damkar tetap standby sebagai garda terakhir jika angin berubah arah membawa api ke permukiman,” tambahnya.
IPTU Muryanto juga mengapresiasi solidaritas masyarakat Desa Tampemadoro yang terlibat aktif dalam pemadaman.
“Terima kasih kepada 150 warga yang dengan sukarela membantu memadamkan api. Ini adalah bukti gotong royong yang kuat di Poso. Namun, saya mengingatkan agar warga tetap memperhatikan keselamatan diri, menjaga hidrasi, dan menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat asap tebal. Kami akan terus memantau perkembangan situasi hingga api benar-benar padam dan kondisi lalu lintas kembali normal,” pungkasnya.
Yulius Kapita
