Simalungun-Sumatera utara.
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melakukan pelepasan 3 (tiga) jenis “Si Imut Penyerbuk Alami” pendongkrak produksi kelapa sawit, yang merupakan serangga penyerbuk dari Tanzania, di areal Kebun Afdeling I PTPN IV Kebun Unit Marihat, Kamis, (9/4/2026)
Ketiga jenis serangga penyerbuk asal Tanzania tersebut adalah Elaeidobius Subvittatus, Elaeidobius kamerunicus, dan Elaeidobius plagiatus. Dengan resmi dilepaskannya ketiga jenis serangga tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit nasional. Hal ini merupakan salah satu upaya inovasi sains dalam menjaga keberlanjutan industri perkebunan sawit nasional untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas.
Mentri Pertanian, “Andi Amran Sulaiman”, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti menyatakan, “Inovasi ini melanjutkan sejarah penting sejak introduksi serangga penyerbuk tahun 1982, yang terbukti meningkatkan produktivitas sawit. “Kita belajar dari sejarah bahwa inovasi kecil dapat membawa dampak besar”, ujar nya.
Lebih lanjut ia menyatakan, “Penyerbukan alami oleh serangga menjadi faktor kunci dalam pembentukan buah sawit yang mempengaruhi hasil produksi minyak sawit. Keberadaan serangga ini juga dinilai mampu menekan biaya budidaya, khususnya penyerbukan”.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI ) periode 2023 – 2028 Eddy Martono menyatakan, “Ini bukan soal serangga, tetapi tentang bagaimana kita menjaga masa depan industri sawit Indonesia” jelas nya.
Menurut Sumaryanto, yang merupakan salah seorang Manager Produksi Bahan Tanaman (BHT) di PPKS Marihat menyatakan, “Bahwa hasil penelitian dan pengembangan 3 jenis serangga penyerbuk asal Tanzania, merupakan langkah positif bagi peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Indonesia”, ujar nya.
Di tempat terpisah, Asbullah Hasibuan, S.P., Manager Divisi Pohon Induk PPKS Marihat menyatakan, “Bahwa dengan dilepaskannya 3 (tiga) jenis serangga penyerbuk asal Tanzania, sebagai hasil penelitian dan pengembangan di PPKS Marihat, semoga akan berdampak positif bagi peningkatan produktifitas perkebunan, seiring dengan rencana program pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit dan Biodisel oleh Presiden Prabowo”, jelas nya.
Pelepasan 3 (tiga) jenis serangga penyerbuk Tanzania tersebut, telah dinyatakan aman, dan siap untuk dikembangkan guna mendukung sistem penyerbukan yang optimal. Hal ini merupakan langkah hebat dalam peningkatan produksi kelapa sawit nasional, tanpa perlu menambah luas lahan dan biaya produksi.
Acara pelepasan ketiga jenis serangga penyerbuk Tanzania berlangsung tertib, aman dan lancar.
(S.E Rento)
