CIREBON, 26 September 2026*l– Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Kepala Biro Media di Cirebon, Sabtu (26/9/2026). Puluhan jurnalis dari berbagai redaksi yang bermarkas di Cirebon dan Kuningan tampak lebur dalam satu meja, menanggalkan sejenak penat rutinitas peliputan demi sebuah tujuan mulia: mempererat tali silaturahmi dan sinergitas.
Acara yang diinisiasi oleh para senior dan Kepala Biro Media ini bukan sekadar gatherings biasa. Ini adalah sebuah pernyataan sikap bahwa di tanah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), para jurnalis adalah saudara sejawat yang tak terpisahkan.
Dalam diskusi yang berlangsung khidmat namun santai, para wartawan dari Cirebon dan Kuningan saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, serta menyamakan frekuensi dalam hal pertukaran informasi dan komunikasi organisasi. Mereka sepakat, di era digital yang serba cepat ini, kolaborasi antar-wartawan adalah kunci untuk menyajikan informasi yang berimbang, akurat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Di ruangan ini, di meja ini, kita tidak mengenal sekat. Entah itu dari media cetak, portal online, maupun elektronik. Entah itu berdomisili di Cirebon atau Kuningan, kita tidak memiliki perbedaan. Logo di kartu pers kita mungkin berbeda, namun nadi dan detak jantung kita sama: mengawal kebenaran dan menjadi garda terdepan masyarakat,” ujar salah satu tokoh wartawan yang hadir dalam acara tersebut.
Pernyataan ini sontik mendapat sambutan hangat dari para jurnalis yang hadir. Rasa bangga sebagai bagian dari satu wadah jurnalis Indonesia terasa kental di udara. Mereka menyadari bahwa meskipun bernaung di bawah berbagai nama media yang berbeda, payung besar yang menaungi mereka adalah kode etik jurnalistik dan tanggung jawab moral terhadap bangsa Indonesia.
Solidaritas antara wartawan Cirebon dan Kuningan ini menjadi angin segar bagi dunia pers di Jawa Barat. Sejarah mencatat, kedua daerah ini memiliki ikatan kultural dan geografis yang sangat erat. Kini, ikatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga oleh para pencatat sejarah yang bekerja setiap hari: para wartawan.
Dengan bersatu, wartawan Cirebon dan Kuningan berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi pembangunan daerah. Sinergitas ini juga diharapkan mampu membendung arus informasi bohong (hoaks) serta menghadirkan jurnalisme yang solutif bagi permasalahan di tingkat akar rumput.
Acara silaturahmi ini ditutup dengan jabat tangan erat dan komitmen bersama untuk terus saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling mendukung. Pesan utamanya sangat jelas dan membanggakan: Maju bersama, bersatu dalam keberagaman, dan bangga menjadi jurnalis Indonesia dari Cirebon dan Kuningan untuk Nusantara.
Sugi MJP
