
JURNALPOLRI.COM – Semarang – Kinerja Polres Salatiga dalam menangani perkara penganiayaan berat terhadap anggota FERADI WPI bernama Sholeh mendapat apresiasi dan pujian terbuka dari pimpinan pusat organisasi advokat tersebut.
Perkara tersebut menjadi perhatian karena korban mengalami luka serius akibat dikeroyok dengan linggis besi dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama lebih dari 2 minggu.
Ketua Umum FERADI WPI, pengacara senior Donny Andretti, mengaku puas dan kagum dengan pelayanan yang diberikan jajaran Satreskrim Polres Salatiga.
“Saya sangat puas dan kagum dengan Polres Salatiga. Cara mereka menerima aduan hingga memeriksa korban yaitu anggota FERADI WPI yang terkapar di rumah sakit 2 minggu lebih akibat dikroyok dengan linggis besi, luar biasa kinerja Penyidik-Penyidik Polres Salatiga. Sangat presisi, cepat, simpatik. Saya kagum dengan integritas dan dedikasi para penegak hukum para polisi di Polres Salatiga, beribu terima kasih dari kami FERADI WPI,” ujar Donny Andretti, Minggu (27/9/2026) di Semarang.
Apresiasi juga datang dari Tim Advokasi korban yang mendampingi langsung di lapangan.
“Saya sangat terbantu, komunikasi kami intens antara kami tim Advokasi Sholeh dengan para penyidik,” ujar Agus Polenk, Tim Advokasi Sholeh.
FERADI WPI menilai apa yang dilakukan Polres Salatiga adalah contoh nyata implementasi Polri Presisi yang humanis dan profesional.
Pewarta : Yats
