

JURNALPOLRI.COM – TASIKMALAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Musyawarah Ulama (FORMULA) resmi melantik jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FORMULA-Tren se-Kabupaten/Kota Tasikmalaya Raya Masa Khidmat 2026-2031.
Acara silaturahmi akbar dan pelantikan tersebut digelar di Pondok Pesantren Khoerul Falah, Jompong, Kecamatan Bojongasih, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (27/09/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum sekaligus Pembina DPP FORMULA, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin. Hadir mendampingi, Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI KH. Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., Prof. Ilyas, jajaran DPP FORMULA, perwakilan Kanwil Kemenag Jabar, Pemda Kab/Kota Tasikmalaya, anggota DPR RI, para Camat, Kepala KUA, pimpinan Ponpes, serta 250 tamu undangan.
Pelantikan diikuti 35 orang Pengurus DPC Kabupaten/Kota dan 24 Ketua Pengurus Kecamatan (19 Kecamatan Kabupaten dan 5 Kecamatan Kota Tasikmalaya).
Dalam tausiyahnya, Prof. Ma’ruf Amin menegaskan peran ulama sebagai pemersatu umat.
“Para ulama jangan sampai saling bermusuhan. Ulama adalah sosok pemimpin panutan umat. Tugas ulama itu meluruskan dan mempersatukan umat, bukan memecah belah,” tegasnya.
Ia menambahkan, di era globalisasi, umat mengalami banyak perubahan sehingga ulama dituntut semakin adaptif dan solutif.
Sementara Ketua Umum DPC FORMULA-Tren Tasikmalaya Raya, Drs. KH. Holis Muh. Najmudin, M.Si., menyampaukan, Visi :Terbentuknya Wadah Perjuangan Da’wah, Ukhuwah, dan Muamalah untuk Kemaslahatan Umat, kemudia Motonya, yaitu Berjuang Maslahat Mewujudkan Misi Umat, Aksi Bersinergi Membangun Negeri.
“Kehadiran FORMULA-Tren Tasikmalaya Raya memiliki tanggung jawab memberikan kontribusi kepada masyarakat wilayah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Satu langkah awal menciptakan Ukhuwah, Tasik Bersatu yang diikat dengan kata ‘Tasikmalaya Raya’,” ujar KH. Holis.
Menurutnya, selama ini lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pesantren, berjuang sendiri-sendiri bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
“Potensi lembaga pendidikan keagamaan khususnya pesantren yang berjumlah 1.718 pesantren (Kabupaten 1.440 dan Kota 278 lembaga), adalah aset yang perlu dirawat dan dikembangkan dengan perhatian serius dari berbagai pihak. FORMULA mengambil bagian dari peran itu,” jelasnya.
Ia memaparkan dua program prioritas awal:
1. Mengoptimalkan konsep dan strategi program untuk merealisasikan Fungsi Lembaga Pondok Pesantren sebagai amanat UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren; sebagai lembaga yang mengembangkan Da’wah, Pendidikan dan Pemberdayaan yang berdampak bagi lembaga dan masyarakat luas. Konsep Pemberdayaan Umat Berbasis Pontren harus diimplementasikan sesuai kebutuhan lembaga dan masyarakat.
2. Membangun kerjasama komprehensif bukan hanya dengan Pemerintah Daerah dan Pusat melalui Kementerian dan BUMN, juga dengan perusahaan swasta, komunitas, dan aghniya yang memiliki kekuatan finansial untuk memperlancar program FORMULA. Prinsip saling menguntungkan dan mencari keberkahan dijalani dengan cara-cara yang maslahat.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Herliman Idris, A.Md., bersyukur acara berjalan lancar.
“Alhamdulillah acara silaturahmi dan pelantikan DPC FORMULA berjalan lancar. Banyak tambahan ilmu yang kami dapat, baik ilmu ketatanegaraan maupun ketauhidan. Karena Pak Ma’ruf selain ulama besar, beliau juga sangat paham tentang tata kelola pemerintahan karena pernah menjabat sebagai Wakil Presiden RI,” ujar Herliman.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, DPC FORMULA-Tren Tasikmalaya Raya diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah dan menjadi perekat persatuan umat.
Pewarta: Yats (JURNAL POLRI.COM)
