Cirebon ,BEBER – Suasana hangat, riang, dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula SMP Negeri 1 Beber pada Jumat pagi (2/10/2026). Tidak ada kesan kaku atau formal yang biasanya melekat pada sebuah acara penyuluhan. Sebaliknya, gelaran webinar dan sosialisasi anti narkoba yang diinisiasi oleh Yayasan Raisa – IBBN Peduli Anti Narkoba ini justru dibuka dengan gelak tawa dan nyanyian yang membakar semangat.
Acara yang mengangkat tema besar “No Narkoba, Yes Berkarya” ini dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Beber. Sebagai tuan rumah, Kepala SMPN 1 Beber, Ibu Tety Kusmiyati, S.Pd., memberikan sambutan yang tak biasa dan tak terlupakan.
Sambil tersenyum lebar dan penuh energi, Ibu Tety mengajak seluruh hadirin untuk bernyanyi bersama melantunkan lagu “Pemuda Idaman”. Dengan riang gembira, suara Ibu Tety menggema di ruangan, diikuti oleh sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari seluruh Kepala Sekolah SD maupun SMPN yang hadir. Momen spontanitas ini seketika mencairkan suasana, menyatukan hati para pendidik, dan secara filosofis menyimbolkan harapan besar akan lahirnya “pemuda idaman” yang bebas dari narkoba.
Mengubah Paradigma: Dari Menjauhi Narkoba Menjadi Sibuk Berkarya
Setelah suasana cair dan semangat memuncak, acara dilanjutkan dengan sesi inti webinar. Yayasan Raisa – IBBN Peduli Anti Narkoba memaparkan program strategisnya yang tidak hanya berfokus pada edukasi ketakutan akan bahaya narkoba, tetapi lebih pada penyaluran energi positif.
Pembicara utama dalam acara ini menegaskan bahwa pencegahan narkoba yang paling efektif adalah dengan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkreasi.
“Setiap jiwa memiliki daya seni yang luar biasa. Potensi dan minat siswa perlu kita salurkan ke bidang positif, baik melalui seni teater, tari, maupun musik. Jika mereka sibuk dengan karya, mereka tidak akan kenal dengan narkoba,” ujarnya di hadapan para kepala sekolah yang masih membawa energi positif dari nyanyian bersama tadi.
Puncak Karya: Produksi Film Nasional tentang Korban Narkoba
Salah satu sorotan paling menarik dari pemaparan Yayasan Raisa – IBBN ini adalah target akhir dari pembinaan seni teater dan kreatif. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk berlatih di atas panggung sekolah, tetapi disiapkan untuk menghasilkan karya berskala nasional.
Yayasan menargetkan produksi sebuah film nasional yang mengangkat kisah inspiratif sekaligus edukatif tentang anak-anak korban penyalahgunaan narkoba. “Karya film ini nantinya bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah peringatan, pendidikan, dan bukti nyata bahwa dari hal yang negatif, kita bisa bangkit dan berkarya,” tambahnya.
Program Nasional dan Peran Vital Kepala Sekolah
Menegaskan bahwa inisiatif “No Narkoba, Yes Berkarya” bukan sekadar program lokal, pihak yayasan dan pemerintah menegaskan bahwa ini adalah gerakan nasional yang mencakup seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kehadiran seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP di Kecamatan Beber menjadi sangat krusial.
Para kepala sekolah diminta untuk menjadi motor penggerak di tingkat satuan pendidikan. Dukungan dari pimpinan sekolah dinilai sebagai kunci kesuksesan program ini.
“Dukungan dan restu dari Bapak/Ibu kepala sekolah akan menjadi penyemangat bagi para guru untuk mengeksekusi program-program besar ini. Mari kita wujudkan generasi emas yang tidak mengenal narkoba, tetapi bersibuk diri dengan karya, baik di bidang olahraga maupun seni,” ungkapnya.
Kolaborasi untuk Generasi Emas
Melalui wadah ekstrakurikuler dan program seni yang terstruktur, diharapkan siswa di Kecamatan Beber dan seluruh Indonesia dapat menemukan jati diri serta menyalurkan bakatnya.
Acara di SMPN 1 Beber ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama. Tepuk tangan yang tadi mengiringi lagu “Pemuda Idaman” kini bertransformasi menjadi komitmen nyata. Kolaborasi antara Yayasan Raisa – IBBN, pemerintah, dan sekolah melalui kegiatan webinar ini menjadi bukti bahwa menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman narkoba bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan penuh karya.
Sugi MJP!
