POSO – Satuan Binmas Polres Poso terus memperkuat sinergi dengan generasi muda melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Pada Selasa (6/10/2026), Kasat Binmas AKP Andi Cakra bersama jajaran personel Sat Binmas hadir sebagai narasumber utama dalam acara LDK yang digelar di SMA Negeri 1 Kabupaten Poso, Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang merupakan calon pemimpin masa depan di lingkungan sekolah.
Dalam sesi materinya, Kasat Binmas tidak hanya membahas teori kepemimpinan dasar, tetapi juga menyisipkan penyuluhan krusial mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan ancaman paham radikalisme serta intoleransi. Personel Sat Binmas yang turut mendampingi, termasuk IPDA Noldi Luas, Aiptu Fitriady, Aiptu Sofyan, Bripka Muhammad Erik Saputra, dan Bripka Razitno Situmorang, membantu memfasilitasi diskusi interaktif. Para siswa diajak untuk memahami bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketahanan mental terhadap ajakan negatif, mampu menyaring informasi hoaks, dan menjadi agen perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Poso.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Satuan Binmas (Kasat Binmas) Polres Poso, AKP Andi Cakra, menegaskan bahwa peran pelajar sebagai pengurus OSIS sangat strategis dalam membentuk iklim sekolah yang kondusif dan bebas dari pengaruh destruktif.
“Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan atau kekuasaan, melainkan tentang tanggung jawab dan keteladanan. Dalam LDK hari ini, kami menekankan bahwa pemimpin muda harus memiliki ‘imun’ yang kuat terhadap dua musuh besar generasi saat ini, yaitu narkoba dan radikalisme. Narkoba merusak fisik dan masa depan, sementara radikalisme merusak persatuan dan kerukunan bangsa. Sebagai pengurus OSIS, kalian adalah garda terdepan yang harus mampu mengajak teman-teman sebaya untuk berpikir kritis dan bertindak positif,” ujar AKP Andi Cakra.
Lebih lanjut, Kasat Binmas menjelaskan pentingnya kewaspadaan terhadap propaganda halus yang sering beredar di media sosial.
“Banyak ajakan kekerasan atau intoleransi dikemas dengan bahasa yang menarik di dunia digital. Kami mengedukasi siswa untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi kebenaran informasi. Sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Jika ada teman yang mulai menunjukkan perilaku menyimpang atau tertarik pada hal-hal berbau kekerasan, segera laporkan kepada guru pembimbing atau pihak kepolisian. Jangan biarkan satu pun teman kita tersesat,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, AKP Andi Cakra berharap materi yang disampaikan dapat diaplikasikan dalam keseharian para siswa.
“Terima kasih kepada pihak SMAN 1 Poso atas kepercayaan kepada Polri untuk mengisi materi LDK ini. Kami berharap para pengurus OSIS dapat menjadi role model bagi siswa lainnya. Jadilah pemimpin yang inklusif, menjauhi narkoba, dan cinta tanah air. Bersama-sama, kita wujudkan generasi Poso yang cerdas, berkarakter, dan menjadi pelopor perdamaian,” pungkas AKP Andi Cakra.
Yulius Kapita
