MAJALENGKA — Pekerjaan revitalisasi SDN II Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendapat perhatian. Proyek yang bersumber dari anggaran APBN Tahun 2026 dengan nilai mencapai Rp769.666.000 tersebut diketahui menggunakan sejumlah pekerja yang berasal dari luar wilayah, yakni Kecamatan Maja.
Kepala SDN II Sukasari Kidul, Komarudin, mengatakan penggunaan tenaga kerja dari luar Kecamatan Argapura dilakukan karena warga setempat lebih memilih bekerja sebagai petani.
Menurut Komarudin, sebagian warga Argapura enggan terlibat dalam pekerjaan revitalisasi karena menilai upah yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan penghasilan yang dapat mereka peroleh dari aktivitas bertani.
“Kalau warga Argapura tidak mau ikut bekerja karena upahnya dianggap lebih murah. Mereka lebih memilih bertani,” ujar Komarudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026).
Komarudin menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan revitalisasi SDN II Sukasari Kidul dilakukan secara swakelola dengan Ketua P2SP, Rosad, yang juga merupakan Ketua Komite SDN II Sukasari Kidul.
Sementara untuk pekerjaan pemasangan rangka baja ringan, pihak sekolah mempercayakannya kepada seorang vendor asal Majalengka bernama Dede.
Komarudin menegaskan, pelaksanaan pekerjaan revitalisasi, termasuk pemasangan rangka baja ringan, menurutnya telah dilakukan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Untuk pemasangannya sudah sesuai aturan dan ketentuan,” kata Komarudin.
Dengan nilai anggaran yang mencapai Rp769.666.000, pelaksanaan revitalisasi SDN II Sukasari Kidul menjadi perhatian publik, terutama terkait mekanisme swakelola, penggunaan tenaga kerja dari luar wilayah, serta kualitas dan kesesuaian pekerjaan dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan.
Transparansi dalam pelaksanaan proyek dinilai penting agar penggunaan anggaran negara untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tersebut dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan.
(Didin.Mh)
