INDRAMAYU– Kabupaten Indramayu masih membuktikan daya tariknya sebagai destinasi favorit wisatawan nusantara (wisnus). Meskipun tercatat mengalami penurunan tipis pada Agustus 2026, tren kunjungan secara keseluruhan sepanjang tahun ini justru menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, jumlah perjalanan wisnus ke daerah yang terkenal dengan pantai dan mangganya ini mencapai 248.193 perjalanan pada Agustus 2026. Angka ini mengalami koreksi wajar sebesar 4.848 perjalanan, atau turun 1,92% dibandingkan bulan sebelumnya (Juli 2026) yang tercatat sebanyak 253.041 perjalanan.
Jawa Barat Masih Jadi “Tulang Punggung” Pariwisata Indramayu
Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, mengungkapkan bahwa basis utama pariwisata daerah ini masih sangat ditopang oleh wisatawan lokal.
“Dari total perjalanan tersebut, sebanyak 179.753 perjalanan atau 72,42% berasal dari kabupaten dan kota di provinsi yang sama, yakni Jawa Barat,” ujar Januarto, Rabu (14/10/2026).
Sementara itu, kontribusi wisatawan dari luar Jawa Barat tetap solid, mencapai 68.440 perjalanan atau 27,58% dari total keseluruhan.
Jika dirinci lebih dalam, Kabupaten Cirebon muncul sebagai “juara” penyumbang perjalanan wisatawan terbanyak ke Indramayu pada Agustus 2026. Tidak tanggung-tanggung, wilayah yang berbatasan langsung ini menyumbang 46.724 perjalanan, atau setara dengan 18,46% dari total kunjungan.
Posisi runner-up ditempati oleh Kabupaten Subang dengan 30.182 perjalanan (11,93%). Dengan selisih mencapai 16.542 perjalanan, Cirebon dan Subang secara konsisten menjadi dua pasar domestik terbesar yang menghidupkan roda pariwisata Indramayu.
Tren Kumulatif 2026 Tetap Tumbuh 3,71%
Meski Agustus 2026 mengalami sedikit kontraksi bulanan, pemandangan yang lebih optimis terlihat dari data kumulatif. Sepanjang delapan bulan pertama tahun ini (Januari–Agustus 2026), total perjalanan wisnus ke Indramayu berhasil menembus angka 2.108.946 perjalanan.
Jumlah ini merupakan kabar baik bagi pelaku industri pariwisata setempat, karena tumbuh 3,71% (atau bertambah 75.437 perjalanan) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya mencapai 2.033.509 perjalanan.
Data ini mengindikasikan bahwa Indramayu tetap memiliki daya tahan dan daya tarik yang kuat di mata wisatawan, meski menghadapi fluktuasi musiman dalam jangka pendek. Ke depan, konsistensi promosi dan peningkatan fasilitas wisata diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisi Indramayu sebagai destinasi unggulan di Pantura Jawa Barat.
Sugi MJP
