KUNINGAN – Pagi itu, Rabu (21/10/2026), suasana Mapolres Kuningan sama sekali tak terasa tegang atau menakutkan. Sebaliknya, riuh gelak tawa puluhan anak usia dini dari TK Negeri Luragung Landeuh memenuhi halaman kantor polisi. Mereka tidak datang untuk takut pada seragam cokelat, melainkan untuk bermain, belajar, dan jatuh cinta pada sosok pelindung masyarakat.
Dalam sebuah gebrakan inovatif yang patut diacungi jempol, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan menyulap Mapolres menjadi “taman belajar” yang menyenangkan. Melalui program Polisi Sahabat Anak, puluhan siswa TK ini diajak mengenal dunia lalu lintas tanpa rasa cemas.
Kegiatan yang diinisiasi dengan apik oleh Unit Kamsel Sat Lantas Polres Kuningan ini langsung mendapat perhatian khusus dari Kasat Lantas, AKP Aktuin Moniharapon, S.Tr.K., S.I.K. Hadir di tengah-tengah anak-anak, ia bersama Kanit Kamsel dan jajaran anggota turun langsung menjadi “kakak asuh” yang hangat.
Bagi Polres Kuningan, edukasi lalu lintas bukan sekadar formalitas pembagian helm atau ceramah satu arah. Ini adalah strategi cerdas menanamkan benih kedisiplinan di alam bawah sadar generasi penerus bangsa.
“Menyentuh hati anak-anak usia dini membutuhkan sentuhan khusus. Kami tidak ingin mereka tumbuh dengan stigma bahwa polisi itu menakutkan. Justru, melalui metode edutainment (belajar sambil bermain), kami ingin mereka merasa bahwa polisi adalah sahabat mereka,” ujar AKP Aktuin Moniharapon di sela-sela kegiatan.
Belajar Lewat Bermain, Pesan Keselamatan Menempel Erat
Suasana semakin hidup saat anak-anak diajak bernyanyi lagu-lagu bertema lalu lintas dengan riang. Mereka diperkenalkan pada simbol-simbol jalan raya, arti warna lampu lalu lintas, hingga praktik langsung cara menyeberang di zebra cross dengan aman. Tak lupa, pesan tentang pentingnya helm berstandar SNI saat dibonceng orang tua ditanamkan dengan cara yang mudah dicerna oleh otak anak-anak.
Lebih dari sekadar edukasi keselamatan, Polres Kuningan melalui kegiatan ini secara brilian berhasil memupuk rasa percaya diri anak-anak. Mereka diajak berkeliling melihat langsung sarana operasional lalu lintas, sebuah pengalaman langka yang membuat mata mereka berbinar kagum.
Efek Domino untuk Para Orang Tua
Kejeniusan program Sat Lantas Polres Kuningan ini terletak pada “efek domino”-nya. Petugas tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi secara halus memberikan pesan moral kepada para guru pendamping dan orang tua yang mengantar.
“Anak-anak ini kelak akan menjadi ‘pengawas’ bagi orang tuanya di rumah. Ketika mereka sudah paham dan tertib, mereka akan menegur orang tuanya jika melanggar aturan. Sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan usia dini ini adalah kunci mencetak generasi penerus yang cerdas, taat hukum, dan membudayakan keselamatan,” pungkas AKP Aktuin.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Kuningan tidak hanya bekerja dalam ranah penegakan hukum, tetapi juga bergerak progresif dalam pencegahan melalui pendekatan kultural dan humanis. Sebuah prestasi dan dedikasi yang layak menjadi contoh bagi instansi kepolisian di wilayah lain, sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kuningan.
Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan raya bukan sekadar aturan, melainkan budaya yang harus dimulai dari senyum dan tawa anak-anak kita hari ini.
(Sugi MJP)
