KUNINGAN — Suara raungan knalpot brong yang membelah malam dan aksi ugal-ugalan di jalanan bukan lagi pemandangan asing di telinga masyarakat. Ironisnya, sebagian pelakunya masih berstatus pelajar yang seharusnya fokus menimba ilmu.
Menyadari ancaman nyata tersebut, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan memilih turun gunung langsung ke “kandang” para pelajar. Jumat pagi (23/10/2026), jajaran Sat Lantas menyambangi SMA Negeri 1 Mandirancan dalam program “Police Goes to School”yang dikemas santai namun sarat pesan.
Bukan Sekadar Ceramah
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Kuningan, IPDA Alfan Rizki Riswandi, S.H., CPHR., mewakili Kasat Lantas AKP Aktuin Moniharapon, S.Tr.K., S.I.K.
Berbeda dengan ceramah konvensional yang membosankan, petugas membawa materi yang dekat dengan keseharian remaja. Mulai dari etika berkendara, pentingnya helm berlabel SNI, hingga kelengkapan wajib kendaraan seperti spion, plat nomor resmi, dan SIM bagi yang sudah cukup umur.
Namun, yang paling menyita perhatian para siswa adalah pembahasan mengenai bahaya balap liar dan geng motor. IPDA Alfan dengan lugas memaparkan bagaimana aksi nekat di jalanan bukan hanya membahayakan nyawa, tetapi juga bisa memutus masa depan mereka sendiri.
“Jauhi Knalpot Brong, Jauhi Masa Depan yang Gelap”
Dalam sambutannya, IPDA Alfan Rizki Riswandi menekankan bahwa disiplin berlalu lintas adalah cerminan dari karakter seseorang.
“Melalui program Police Goes to School, kami berupaya menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini. Kami mengimbau para siswa untuk menjauhi aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong. Selain mengganggu ketertiban umum, hal tersebut sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas IPDA Alfan di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan antusias.
Pesan yang disampaikan bukan sekadar larangan, melainkan ajakan untuk menjadi generasi muda yang cerdas dan beradab di jalan raya.
Sinergi dengan Pihak Sekolah
Agar pesan yang disampaikan tidak berhenti di ruang kelas, Sat Lantas Polres Kuningan juga melakukan koordinasi intensif dengan Kepala Sekolah dan dewan guru SMAN 1 Mandirancan. Fokusnya, memperkuat pengawasan preventif terhadap aktivitas berkendara siswa, terutama di luar jam sekolah.
Langkah ini penting, mengingat godaan untuk “pamer kecepatan” atau ikut-ikutan tren knalpot bising sering kali terjadi ketika pengawasan orang tua dan guru melemah.
Polisi Sahabat Pelajar
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polri tidak selalu hadir dalam seragam penegak hukum yang menakutkan. Lewat pendekatan humanis dan edukatif, Sat Lantas Polres Kuningan ingin membangun citra polisi sebagai sahabat dan pelindung generasi muda.
Harapannya sederhana: lahir generasi pelajar Kuningan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga dewasa dan bertanggung jawab saat berada di belakang kemudi. Karena pada akhirnya, keselamatan di jalan raya dimulai dari kesadaran di dalam kepala.
(Sugi MJP)
