CIREBON – Awan duka menyelimuti langit dunia pers di wilayah Cirebon. Kabar kepergian wartawan senior, Didin Wahyudin, pada Selasa (20/10/2026) menyisakan kesedihan mendalam bagi rekan-rekan sejawat dan keluarga besar jurnalis di tiga wilayah Cirebon.
Sosok yang telah malang melintang dan dikenal luas sebagai senior yang Dedikatif ini, telah kembali ke rahmatullah. Almarhum dimakamkan pada Selasa malam, pukul 20.00 WIB, diiringi doa dan tangis haru dari mereka yang pernah bersamanya menajamkan pena dan mengabadikan fakta.
Lautan Solidaritas di Rumah Duka
Meski raga telah tiada, semangat persaudaraan (brotherhood) antar wartawan di Cirebon nampak begitu hidup. Rumah duka tak hanya dipenuhi oleh keluarga dan kerabat, namun juga menjadi tempat bertemunya para jurnalis dari berbagai media massa yang tergabung dalam komunitas jurnalis tiga wilayah Cirebon.
Mereka datang bergantian, menyalami keluarga yang berduka, dan memeluk erat sanak famili almarhum. Kehadiran mereka bukan sekadar protokol takziah, melainkan bentuk dukungan moral dan solidaritas tulus bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk penghormatan terakhir. Pak Didin bukan sekadar rekan kerja, beliau adalah guru dan sahabat bagi banyak wartawan di Cirebon. Kehilangan beliau adalah kehilangan bagi kita semua,” ujar salah satu rekan sejawat yang hadir di lokasi.
Warisan Integritas
Nama Didin Wahyudin memang bukan nama asing di telinga para pewarta Cirebon. Dedikasinya terhadap dunia jurnalistik dan integritasnya dalam menyajikan informasi telah menginspirasi banyak jurnalis muda maupun senior. Kepergiannya meninggalkan lubang kosong yang sulit diisi dalam peta pers di daerah ini.
Seluruh jajaran jurnalis dari berbagai media, baik cetak, online, maupun elektronik, secara serentak mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya.
“Selamat jalan, Pak Didin. Terima kasih atas ilmu, bimbingan, dan persaudaraan yang telah diberikan. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi ujian ini,” pungkas perwakilan rekan jurnalis.
Almarhum Didin Wahyudin meninggalkan warisan berupa etos kerja dan persaudaraan yang kuat. Meski telah dimakamkan Selasa malam, doa dan kenangan baik tentang beliau akan terus hidup di hati para jurnalis Cirebon.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhum Didin Wahyudin.
Semoga Husnul Khotimah, diterima iman islamnya, dan diampuni segala dosanya.
Aamiin.
Sugi MJP
