SUKABUMI – Mediajurnalpolri.my.id.Polres Sukabumi Kota menggelar Qiyamullail Camp PRIMA dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 1.000 hingga 1.600 santri ini diawali dengan apel pembukaan di Lapangan Sepak Bola Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Rabu (21/10/2026) siang.
Apel pembukaan dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Para peserta merupakan perwakilan dari sekitar 60 pondok pesantren yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi. Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi Kota berupaya memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan dan pemahaman santri mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, Qiyamullail Camp PRIMA dirancang dengan berbagai rangkaian kegiatan untuk membekali para santri dengan ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para santri, sehingga ke depannya mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa menjadi teladan di masyarakat. Harapannya, hal itu juga berdampak terhadap terciptanya kamtibmas yang kondusif,” ujar Sentot saat diwawancarai wartawan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan aktivitas keagamaan, seperti salat berjemaah, mengaji, zikir, dan doa bersama, tetapi juga dilengkapi dengan penyampaian materi terkait berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Materi yang diberikan di antaranya mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), kekerasan di kalangan remaja, hingga penyebaran hoaks. Para santri juga diharapkan semakin bijak dalam menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan media sosial.
“Selain kegiatan keagamaan, salat, mengaji, zikir, dan doa bersama untuk Indonesia agar aman dari segala bencana, kami juga memberikan materi khusus terkait kamtibmas. Mulai dari bahaya narkoba, judi online, pinjol, kekerasan remaja, hingga pengetahuan tentang hoaks agar para santri lebih bijak dalam menggunakan HP maupun media sosial,” jelasnya.
Sentot menambahkan, pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Para santri nantinya akan menyampaikan kembali ilmu dan materi yang diperoleh kepada lingkungan pondok pesantren masing-masing.
Dengan pola tersebut, pesan-pesan pencegahan dan pemeliharaan kamtibmas dapat disebarluaskan secara berkelanjutan melalui para santri di lingkungan pendidikan keagamaan.
“Nantinya akan disampaikan secara paralel. Setelah mendapatkan ilmu dari sini, para santri diharapkan bisa menyebarkan materi tersebut ke pondok pesantren masing-masing,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Polres Sukabumi Kota juga berencana mengembangkan program Police Go to Pesantren. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan dan edukasi kepolisian kepada kalangan pesantren, sebagaimana program Police Go to School yang menyasar lingkungan sekolah.
Kapolres berharap, sinergi antara Polri, TNI, ulama, santri, dan pemerintah dapat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang religius dan bermartabat.
“Secara garis besar, kami berharap sinergi antara Polri, TNI, ulama, santri, dan pemerintah menjadi utuh, sehingga Sukabumi ke depannya semakin aman, religius, dan bermartabat,” tegasnya.
Selain menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Santri Nasional 2026, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam membangun karakter generasi muda serta mencegah berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Adapun pada pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri, jumlah peserta direncanakan mencapai sekitar 1.600 orang, lebih banyak dibandingkan peserta Qiyamullail Camp PRIMA.
Melalui kegiatan ini, Polres Sukabumi Kota berharap para santri tidak hanya semakin kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, serta kesadaran untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, untuk itu salam polisi bersama masyarakat siap secara prima mengayomi, melindungi dan melayani dengan sepenuh hati tegasnya.Dan Dalam hal ini sesuai jargonya bapak Kapolda ” Jabar AMAN ” Antisipatif, Modern, Akuntebel dan Berhati Nurani.Kapolda mengajak personil Polda untuk menjaga komitmen moral seperti : Disiplin, Keterbukaan, Loyal dan Iklas.Maka dari itu polisi bersama masyarakat untuk selalu bersinergi sehingga bisa terciptanya Kamtibmas Aman sesuai dengan harapanya bapak Kapolda Jabar Aman. pungkasnya.
( Asep Hermawan
( Asep Hermawan).
