KUNINGAN – Selasa (27/10/2026) pagi, suasana di SMK Negeri 1 Jagara terasa berbeda. Bukan sekadar deru mesin atau hiruk-pikuk jam pelajaran, melainkan atmosfer kepedulian yang menyelimuti aula sekolah. Di sana, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kuningan tidak hadir sebagai “penindak”, melainkan sebagai “kakak” dan pelindung masa depan bangsa.
Melalui program unggulan Police Goes to School, Sat Lantas Polres Kuningan menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas (Safety Riding) sekaligus menggaungkan semangat Operasi Patuh Lodaya 2026. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Kuningan di bawah kepemimpinan Kapolres senantiasa mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif demi menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Sentuhan Humanis Kasat Lantas
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, S.Tr.K., S.I.K., ini terasa hangat dan penuh keakraban. Ditemani Kanit Gakkum, Kanit Kamsel, serta jajaran personelnya, AKP Aktuin menyampaikan pesan-pesan keselamatan bukan dengan nada menggurui, melainkan dengan ketulusan seorang ayah yang ingin melindungi anak-anaknya dari bahaya.
“Adik-adik sekalian adalah aset berharga Kuningan dan Indonesia. Operasi Patuh Lodaya 2026 yang kami jalankan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan kalian pulang ke rumah dengan selamat setiap hari,” ujar AKP Aktuin di hadapan ratusan siswa yang antusias.
Ia menekankan bahwa helm berstandar SNI, kelengkapan surat, dan sabuk keselamatan adalah “nyawa” kedua di jalan raya. Lebih dari itu, ia mengajak generasi muda untuk mengubah
mindset : bahwa taat aturan adalah tanda keren dan beradab.
Perang Melawan Knalpot Brong dan Kenakalan Remaja
Dalam forum yang interaktif ini, Polres Kuningan menunjukkan ketegasannya yang berpihak pada ketertiban umum. Polisi memberikan imbauan keras namun persuasif terkait fenomena “knalpot brong” dan balap liar yang kian meresahkan.
Petugas menegaskan bahwa modifikasi kendaraan yang melanggar spesifikasi teknis dan menimbulkan kebisingan bukanlah bentuk prestasi, melainkan gangguan ketenangan warga dan potensi bahaya. Selain itu, sinergitas dengan pihak sekolah diperkuat melalui penataan area parkir dan pengawasan berkala, menciptakan benteng pertahanan bersama terhadap masuknya pengaruh negatif seperti tawuran, geng motor radikal, hingga penyalahgunaan narkoba.
Komitmen Generasi Emas
Dampak positif dari pendekatan persuasif Polres Kuningan langsung terlihat. Para siswa SMKN 1 Jagara tidak hanya mendengarkan, tetapi merasa terpanggil. Di akhir sesi, mereka sepakat membuat deklarasi lisan untuk menolak penggunaan knalpot bising dan siap menjadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Polres Kuningan sukses membangun kemitraan yang kuat antara institusi kepolisian, sekolah, dan pelajar. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan, menjadikan Kuningan sebagai wilayah yang aman, nyaman, dan dicintai warganya.
Polres Kuningan terus berinovasi, hadir di tengah masyarakat, dan bekerja hati untuk negeri.
(Sugi MJP)
