POSO – Kepolisian Resor (Polres) Poso kembali melaksanakan program inovatif “Rabu Bersama Masyarakat” sebagai wujud komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada elemen sipil. Pada Rabu (28/10/2026), Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, S.I.K., memimpin pertemuan dialogis di Maker Cafe, Jalan Pulau Sumbawa, Kelurahan Gebangrejo. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai LSM lokal seperti FPMCD, GEMPUR, AMPEL, AKSI, serta perwakilan sopir truk dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Poso.
Dalam forum yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, dibahas sejumlah isu strategis yang menjadi keresahan masyarakat Poso. Perwakilan sopir truk mengeluhkan pembatasan kuota BBM bersubsidi sebesar Rp350.000 yang dinilai tidak mencukupi kebutuhan operasional, serta adanya dugaan pungutan liar (pungli) dan manipulasi jatah BBM. Sementara itu, Ketua AMPEL Poso, Ahmad Karman, menyoroti tingginya harga jual LPG 3 kg di lapangan yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga tiga kali lipat, serta peredaran tabung berlabel luar daerah. Tak kalah penting, Ketua AKSI Poso, Rafiq Samsudin, mempertanyakan perkembangan kasus pembunuhan “Caca” yang telah berjalan dua tahun namun belum terungkap. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menegaskan bahwa penyidikan kasus Caca terus dilakukan secara teknis dan mendalam, namun informasi detail tidak dapat dibuka ke publik demi menjaga efektivitas penyelidikan dan mencegah tersangka menghancurkan barang bukti atau menyusun alibi.
Menyikapi dinamika aspirasi masyarakat yang tersalurkan melalui forum ini, Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Kasat Intelkam) Polres Poso, AKP Laode M. Aludin, menyatakan bahwa kegiatan “Rabu Bersama Masyarakat” merupakan instrumen vital dalam deteksi dini dan pencegahan konflik sosial.
“Program ini adalah bentuk nyata dari fungsi intelijen kepolisian yang tidak hanya bekerja di belakang layar, tetapi juga membuka ruang komunikasi langsung. Dengan mendengarkan keluhan warga terkait BBM, LPG, dan penegakan hukum secara terbuka, kami dapat memetakan potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi aksi demonstrasi anarkis atau kerusuhan. Hari ini, kami berhasil mengalihkan rencana aksi turun ke jalan oleh beberapa LSM menjadi diskusi konstruktif yang menghasilkan poin-poin tindak lanjut,” ujar AKP Laode M. Aludin.
Lebih lanjut, Kasat Intelkam menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Aspirasi yang disampaikan hari ini, terutama terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM dan LPG subsidi, akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Pertamina untuk dilakukan audit dan pengawasan. Terkait kasus Caca, kami mengajak masyarakat untuk tidak menyebarluaskan spekulasi di media sosial yang dapat mengganggu proses penyidikan, melainkan memberikan informasi faktual langsung kepada polisi. Kepercayaan publik adalah modal utama kami. Melalui pendekatan humanis dan transparansi yang terukur, kami yakin Poso dapat tetap kondusif meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dan hukum,” tambahnya.
Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara Polri dan elemen masyarakat Poso.
