POSO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area lahan gambut seluas kurang lebih 5 hektare di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, berhasil dipadamkan melalui upaya kolaboratif lintas sektoral. Kejadian ini ditangani pada Kamis (29/10/2026)oleh tim gabungan yang melibatkan Personel Polsek Pamona Selatan, TNI (Kompi Senapan A), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat.
Lokasi kebakaran berada di titik koordinat 2°03’30.1″S, 120°42’12.6″E. Mengingat lokasi merupakan lahan gambut yang rawan menyala kembali dan berdekatan dengan area perkebunan warga, Kapolsek Pamona Selatan, IPTU Oktavianus Batara, S.H., langsung memimpin pengerahan 6 personel kepolisian untuk bergabung dengan 20 personel TNI, 7 anggota Damkar, dan 16 warga masyarakat. Dengan menggunakan alat pemadam seadanya dan teknik pengendalian api manual, tim gabungan bekerja keras mencegah merambatnya api ke lahan produktif warga. Berkat kerja cepat dan solid, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.
Menyikapi keberhasilan penanganan ini, Kapolsek Pamona Selatan, IPTU Oktavianus Batara, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh seluruh elemen.
“Kejadian di Desa Pasir Putih ini membuktikan bahwa kunci utama dalam penanggulangan bencana, khususnya Karhutla di lahan gambut, adalah sinergitas. Dalam waktu singkat, kami berhasil mengerahkan personel TNI, Damkar, dan warga untuk bahu-membahu memadamkan api seluas 5 hektare. Tanpa keterlibatan masyarakat yang sigap melaporkan dan membantu di lapangan, api bisa saja meluas ke perkebunan warga dan menimbulkan kerugian materiil yang besar. Ini adalah wujud nyata ‘Polri Presisi’ yang mengedepankan pencegahan dan pelayanan,” ujar IPTU Oktavianus Batara.
Lebih lanjut, Kapolsek menekankan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan pasca-pemadaman.
“Lahan gambut memiliki karakteristik unik dimana api bisa bertahan di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, meskipun api sudah padam, kami dan masyarakat akan terus melakukan monitoring ketat di lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi menyebabkan flashover atau nyala ulang. Kami juga kembali mengingatkan kepada seluruh warga Pamona Selatan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau seperti saat ini. Mari kita jaga lingkungan kita agar tetap asri dan bebas dari bencana asap,” tambahnya.
Kegiatan pemadaman berakhir dengan situasi Kamtibmas yang terpantau aman, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran
Yulius Kapita
