POSO – Kebakaran lahan padang rumput seluas kurang lebih 3 hektare yang terjadi di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur (berbatasan dengan wilayah administrasi Lore Utara), berhasil dipadamkan melalui upaya gotong royong antara personel Polsek Lore Utara, Satpam Bank Tanah, dan warga masyarakat setempat pada Minggu (01/11/2026). Api yang pertama kali terpantau sekitar pukul 14.30 WITA di koordinat 1°30’38,638″S 120°23’21,448″E tersebut diduga akibat kelalaian manusia yang diperparah oleh kondisi cuaca panas ekstrem dan hembusan angin kencang khas musim kemarau di Lembah Napu.
Mengingat keterbatasan akses kendaraan berat di lokasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari 2 anggota Bhabinkamtibmas, 2 personel Satpam Bank Tanah, dan 8 warga masyarakat menggunakan alat seadanya seperti tangki air manual dan alat pemukul api tradisional. Dengan semangat kebersamaan, mereka bekerja keras membatasi rambatan api agar tidak meluas ke area hutan lindung atau perkebunan warga. Berkat ketangkasan dan kerja sama tim, api berhasil dipadamkan ,tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan.
Menyikapi keberhasilan penanganan ini, Kapolsek Lore Utara, Akp Thamrin Samuda, memberikan keterangan pers sebagai berikut:
“Kejadian di Desa Kalemago ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di garis depan. Meskipun kami tidak memiliki unit Damkar di lokasi saat itu, semangat gotong royong antara polisi, satpam, dan warga berhasil memadamkan api seluas 3 hektare hanya dengan alat sederhana. Ini membuktikan bahwa sinergi lokal adalah kunci utama dalam penanggulangan bencana skala kecil sebelum menjadi besar. Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons warga Desa Kalemago dan Maholo yang langsung turun tangan,” ujar Kapolsek Lore Utara.
Lebih lanjut, Kapolsek menekankan urgensi pencegahan di tengah fenomena El Nino.
“Musim kemarau panjang akibat El Nino membuat vegetasi di Lembah Napu sangat kering dan mudah terbakar. Kami mengimbau keras kepada seluruh warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena risikonya sangat tinggi dan sanksinya tegas secara hukum. Bhabinkamtibmas kami akan terus intensif melakukan patroli dan sosialisasi di titik-titik rawan. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan ke Polsek atau kepala desa terdekat. Mari kita jaga paru-paru bumi Poso agar tetap hijau dan udara kita tetap bersih dari kabut asap,” tambahnya.
Kegiatan pemadaman berakhir dengan aman dan lancar, serta meninggalkan pesan kuat tentang pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Yulius Kapita
