Jurnal Polri.My.Id,-Tulungagung
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Melalui Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Sanitasi Tahun Anggaran 2026, Dinas Perkim merealisasikan pembangunan jamban keluarga bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Ngrance, Kecamatan Pakel. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata mendukung pencapaian target Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS), serta memperluas akses sanitasi layak di Kabupaten Tulungagung.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung, Agus Sulistiono, menyampaikan bahwa kesehatan lingkungan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, produktif, dan berkualitas.
Menurutnya, hingga saat ini penanganan sanitasi dasar masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui sub-kegiatan penyediaan unit pengolahan setempat, Dinas Perkim Tulungagung merealisasikan pembangunan jamban keluarga sehat dan standar bagi 11 penerima manfaat di Desa Ngrance. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup warga sekaligus mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan nyaman.
Agus Sulistiono menjelaskan, pelaksanaan program sanitasi ini memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat, di antaranya penurunan risiko penyakit sehingga kehidupan warga menjadi lebih higienis serta terhindar dari kuman dan penyakit bawaan air.
Selain itu, program ini juga berfungsi melindungi kualitas air dengan mengurangi potensi pencemaran tanah dan sumber air bersih warga dari bahaya bakteri E. coli.
Dari segi kesejahteraan, pembangunan jamban keluarga memberikan kemudahan, keamanan, serta menjaga martabat anggota keluarga, khususnya bagi kelompok rentan seperti wanita, lansia, dan anak-anak.
Pihaknya memastikan seluruh pelaksanaan pekerjaan di lapangan memegang teguh prinsip mutu dan mutu bahan. Pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan kesesuaian spesifikasi teknis, mutu material, volume pekerjaan, serta ketentuan dalam dokumen kontrak dan daftar simak.
Setiap penyesuaian volume atau kondisi lapangan juga dipastikan langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur teknis dan administrasi yang berlaku. Melalui program berkelanjutan ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung optimistis target sanitasi layak dapat tercapai secara merata demi mewujudkan masyarakat Tulungagung yang lebih sehat dan berdaya saing.
Pewarta : by.U
