Semangat dan Kebersamaan TNI dan Rakyat dalam Pembangunan Jembatan Garuda Kodim 0411/KM

LamTengLampung;JURNALPOLRI.MY.ID
Semangat gotong royong dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat berdenyut kuat di tiga titik program pembangunan jembatan Garuda. Personel TNI dari jajaran Koramil-Kodim 0411/KM turun langsung ke lapangan bersama masyarakat untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jembatan strategis di Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Metro. Langkah nyata ini diambil demi menghadirkan azas manfaat yang sangat krusial bagi mobilitas, keselamatan, dan perekonomian ribuan warga setempat. Kamis (25/06/2026)
Di titik pembangunan Jembatan Armco Sungai Punggur Utara (Trimurjo, Lamteng), Babinsa Koramil 411-04/Trimurjo, Sertu Gunawan, memimpin jalannya aksi gotong royong di LK 5 RT 021 RW 010. Pembangunan Jembatan Sungai Punggur Utara ini menjadi urat nadi transportasi lokal yang sangat dinantikan untuk menggantikan struktur jembatan lama yang sudah tidak layak.
Di bawah cuaca cerah yang mendukung, sebanyak 11 personel gabungan—terdiri dari 3 anggota TNI, 3 tukang, 5 warga, didukung operator ekskavator besar—bekerja tak kenal lelah. Dukungan material seperti 1 truk pasir, 1 truk batu split, 1 set besi Armco, serta 50 sak semen telah disiagakan.
Saat ini progres telah mencapai 11%. Fokus pengerjaan meliputi pembersihan seputaran kawasan, pembongkaran total jembatan lama, penggalian fondasi baru, hingga pengerukan lumpur serta pembersihan puing-puing sisa bangunan. Proses pengerjaan hari ini berjalan lancar tanpa kendala (nihil).
Sementara itu di titik pembangunan Jembatan Gantung Sungai Way Raman (Metro Utara), Aksi serupa juga bergulir di Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Personel TNI bersinergi dengan instansi terkait dan warga setempat melaksanakan rehabilitasi total Jembatan Gantung Sungai Way Raman.
Jembatan sepanjang 52 meter dengan lebar 1,5 meter ini memiliki fungsi vital sebagai jalur penghubung utama antara Kelurahan Purwoasri dengan Kelurahan Banjar Sari. Tak main-main, jembatan gantung ini menjadi tumpuan bagi sedikitnya 2.000 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 5.000 jiwa penerima manfaat yang menggantungkan mobilitas hariannya di jalur ini.
Semangat kebersamaan terlihat dari kompaknya tim di lapangan yang melibatkan 3 anggota TNI, 1 teknisi dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), 3 tukang, dan 3 orang perwakilan masyarakat lokal.
Memasuki progres 12%, pengerjaan hari ini difokuskan pada pembersihan badan jembatan serta pelepasan papan-papan jembatan yang lama untuk diganti dengan konstruksi yang lebih aman dan kokoh.
Meskipun cuaca sempat berubah dari cerah di pagi hingga siang hari, dan mulai mendung pada sore hari, semangat tim gabungan di lokasi tidak surut sedikit pun.
Dan di titik pembangunan Jembatan Beton Kali Nusri (Kota Gajah, Lamteng) pelaksanaan pembangunan Jembatan Beton Kali Nusri dengan spesifikasi panjang 13 meter dan lebar 2 meter.
Jembatan beton ini memiliki fungsi strategis sebagai jalur penghubung utama antara Kampung Kota Gajah Timur dengan Desa Purwosari. Keberadaan jembatan baru ini akan dirasakan langsung asas manfaatnya oleh 253 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 818 jiwa yang mendiami wilayah tersebut.
Pengerjaan jembatan beton ini menggerakkan kekuatan lokal yang cukup besar, melibatkan 2 anggota TNI, 5 tukang, serta aksi gotong royong masif dari 10 orang warga masyarakat sekitar.
Saat ini progres pembangunan berjalan dinamis dan telah mencapai 13%. Fokus pengerjaan hari ini adalah pelaksanaan penggalian fondasi abutment (kepala jembatan) serta penggalian fondasi utama jembatan agar struktur bangunan nantinya benar-benar kokoh.
Kendati tim di lapangan diuji oleh dinamika cuaca—di mana cuaca cerah di pagi hari berubah mendung saat siang, dan turun hujan pada sore hari—para personel TNI dan warga tetap menunjukkan determinasi tinggi demi rampungnya fasilitas publik ini.
Kehadiran personel TNI di tengah-tengah masyarakat dalam ketiga proyek infrastruktur di Lampung Tengah dan Kota Metro ini merupakan bukti nyata bahwa TNI selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan rakyat. Melalui kerja bakti ini, TNI tidak hanya membangun infrastruktur fisik yang menghubungkan antarwilayah, tetapi juga memperkokoh “jembatan hati” dan ikatan emosional yang tak terpisahkan antara TNI dan Rakyat.
“Dengan gotong royong yang terus terpelihara, di tiga titik pembangunan jembatan ini diharapkan dapat segera rampung, sehingga langsung memberikan dampak nyata bagi kelancaran transportasi, perputaran ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas,” ujar Pasiter Kapten Inf Sukamto mewakili Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan,S.H.,M.I.P. (DL/MJP tim)
