JURNAL POLRI, -TULUNGAGUNG
Deburan ombak Pantai Popoh kembali menjadi saksi bisu kebersamaan warga Tulungagung, saat masyarakat setempat menggelar kembali Upacara Adat Larung Sembonyo. Di antara rangkaian sesaji yang disiapkan dan doa yang terlantun, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan belaka. Ia adalah wujud tulus rasa syukur kepada laut yang selama ini dengan setia menyuguhkan ikan, membawa rezeki, dan menjadi sumber kehidupan bagi ribuan keluarga di pesisir ini.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM, MM turun langsung ke bibir pantai untuk hadir menyertai seluruh prosesi upacara. Beliau tidak hanya hadir sebagai pejabat, namun turut serta melepas sesaji, berdoa bersama warga, dan menyapa secara hangat para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari kekayaan laut.

“Laut ini adalah ibu kita. Ia yang memberi makan ribuan keluarga di Tulungagung. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaganya dan menghormatinya dengan sebaik-baiknya,” ujar Ahmad Baharudin di hadapan warga yang berkumpul. Dalam kesempatan itu, beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak membiarkan tradisi ini luntur ditelan zaman, karena di dalamnya tersimpan nilai luhur kebersamaan, rasa syukur yang mendalam, serta rasa cinta yang tulus terhadap alam.
Larung Sembonyo sejatinya bukanlah ritual permohonan semata, melainkan ungkapan terima kasih yang disampaikan secara bersama-sama. Nelayan, perwakilan pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat umum duduk berdampingan dalam satu niat yang sama. Saat sesaji dilepas ke tengah laut, harapan yang terbangun pun tunggal: agar laut tetap terjaga kejernihannya, sumber daya ikan tetap melimpah, dan seluruh wilayah Tulungagung senantiasa dilindungi dari marabahaya.
“Melestarikan budaya adalah bentuk investasi yang paling berharga, yaitu investasi pembentukan karakter. Agar anak cucu kita kelak paham dari mana asal-usul kita, dan kepada siapa kita sepatutnya memanjatkan rasa syukur,” tegas Plt Bupati dalam amanatnya.
Di tengah arus modernisasi dan perkembangan sektor pariwisata yang semakin pesat, Ahmad Baharudin berharap Pantai Popoh tetap lestari dengan jati dirinya. Tradisi dijaga kelestariannya, laut dirawat dengan penuh tanggung jawab, dan kesejahteraan ekonomi para nelayan terus ditingkatkan. Sebab, Tulungagung yang benar-benar maju adalah daerah yang tidak pernah melupakan akar asalnya: akar budaya yang mengikat, akar laut yang memberi kehidupan, serta akar doa yang senantiasa mengiringi setiap langkahnya.
Pewarta : by. U

