
Jurnal polri.My.Id.KUNINGAN. – Apa jadinya ketika ahli pariwisata dari kota kembang bertemu dengan potensi alam liar di kaki Gunung Ciremai? Jawabannya ada di Desa Panjabon, Kecamatan Kramatmulya. Baru-baru ini, sebuah delegasi dosen dari Politeknik Pariwisata Bandung melakukan kunjungan khusus ke desa ini. Bukan tanpa alasan, mereka datang untuk mengintip dua harta karun utama: kebun jambu merah seluas 30 hektar dan pesona misterius Wisata Pakuwun.
🍎 Lautan Jambu Merah yang Menggoda
Bayangkan hamparan hijau seluas 30 hektar yang dihiasi buah-buah merah merona. Ini bukan sekadar kebun biasa, tapi lumbung pangan dan potensi ekonomi raksasa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Mandiri Jaya.
Para dosen dari Bandung tampak antusias meneliti kualitas agronomi dan potensi pengembangan agrowisata di lokasi ini. Bagi mereka, Jambu Merah Panjabon bukan hanya buah, tapi komoditas premium yang siap bersaing di pasar wisata kuliner nasional. “Potensinya luar biasa. Kombinasi udara sejuk Kramatmulya dan perawatan intensif membuat rasanya berbeda,” ujar salah satu tim dosen yang enggan disebutkan namanya.
🌿 Misteri Wisata Pakuwun: Lebih Dari Sekadar Pemandangan
Selain jambu, daya tarik lain yang menyita perhatian para akademisi adalah Wisata Pakuwun. Tempat ini menawarkan pengalaman wisata alam yang masih asri, jauh dari kebisingan kota. Namun, apa sebenarnya keunikan Pakuwun yang membuatnya menjadi studi kasus menarik bagi para pengajar pariwisata? Apakah ada cerita rakyat di baliknya? Ataukah ini adalah contoh sempurna bagaimana desa bisa mengubah lahan tidur menjadi destinasi healing?
👩💼 Sosok di Balik Transformasi: Dra. Nani Ariningsih
Di balik kesuksesan BUMDes Amanah Mandiri Jaya dan penataan Wisata Pakuwun, ada tangan dingin seorang pemimpin visioner: Kepala Desa Panjabon, Dra. Nani Ariningsih.
Ibu Kuwu Nani dikenal sebagai figur yang tegas namun dekat dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, BUMDes tidak hanya menjadi badan usaha, tapi menjadi motor penggerak kemandirian warga. Kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata Bandung ini adalah bukti bahwa Desa Panjabon tidak ingin berhenti menjadi “desa biasa”. Mereka bermimpi besar: menjadikan Panjabon sebagai destinasi wisata edukasi agro yang bertaraf internasional.
🔥 Mengapa Anda Harus Penasaran?
- Validasi Ahli: Jika dosen pariwisata dari Bandung saja tertarik, bayangkan betapa indahnya tempat ini jika dikelola dengan standar profesional.
- Potensi Tersembunyi: 30 hektar jambu merah adalah surga bagi pecinta foto estetik dan pencinta buah segar.
- Kepemimpinan Inspiratif: Kisah sukses Bu Kuwu Nani dan BUMDes Amanah Mandiri Jaya bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kuningan.
Desa Panjabon sedang berbenah. Dengan dukungan ilmu pengetahuan dari Politeknik Pariwisata Bandung dan semangat warganya, siapa tahu besok nama Panjabon akan sejajar dengan destinasi wisata unggulan Jawa Barat.
Siap untuk membuktikan sendiri manisnya jambu dan sejuknya angin Pakuwun?
Tim Redaksi Kuningan
