
JURNAL POLRI.MY.ID.CIREBON. – Mereka adalah wajah pertama yang menyambut kita di stasiun. Dengan seragam khas dan troli besi di tangan, para porter sering kali menjadi pahlawan tak terlihat yang membantu kelancaran perjalanan ribuan penumpang setiap harinya. Namun, di balik senyum ramah dan keringat yang mengalir, siapa yang menjamin keselamatan dan kesejahteraan mereka jika sakit atau mengalami musibah kerja?
Jawaban atas pertanyaan itu akhirnya hadir melalui sebuah kolaborasi yang jarang terjadi: Rumah Sakit Putera Bahagia Cirebon, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program bertajuk SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja di Sekitar Anda), sebanyak 100 porter di lingkungan stasiun kini resmi memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sinergi Tiga Pilar: Kesehatan, Transportasi, dan Jaminan Sosial
Ini bukan sekadar bantuan sesaat. Ini adalah langkah strategis untuk memberikan rasa aman jangka panjang. Direktur Rumah Sakit Putera Bahagia Cirebon, dr. Ervina, MM., MMRS., menjelaskan bahwa program ini lahir dari kesadaran bahwa kesehatan fisik dan perlindungan sosial adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
“Para porter adalah ujung tombak pelayanan di stasiun. Mereka bekerja keras, sering mengangkat beban berat, dan terpapar risiko kecelakaan kerja. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan rasa aman dalam bekerja sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar dr. Ervina, Kamis (9/7/2026).
Bagi dr. Ervina, keterlibatan RS Putera Bahagia dalam program SERTAKAN adalah bukti nyata bahwa institusi kesehatan tidak hanya bertugas mengobati orang sakit, tetapi juga aktif mencegah kerentanan sosial melalui program tanggung jawab sosial (CSR) yang berdampak langsung.
Dari Ketidakpastian Menuju Kepastian
Sebelumnya, banyak porter yang bekerja secara mandiri atau informal kesulitan mengakses perlindungan BPJS karena keterbatasan informasi atau biaya. Dengan adanya program SERTAKAN, hambatan tersebut dipangkas. PT KAI sebagai fasilitator di lapangan menyambut baik inisiatif ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi terhadap mitra kerja mereka.
“Porter adalah bagian penting dari ekosistem pelayanan stasiun. Memberikan mereka perlindungan adalah bentuk terima kasih kami atas dedikasi mereka,” ungkap perwakilan PT KAI.
Pesan Moral: Sejahterakan Orang Di Sekitar Kita
Nama program “SERTAKAN” sendiri mengandung filosofi mendalam: Sejahterakan Pekerja di Sekitar Anda. Ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa kesejahteraan tidak harus diraih sendiri-sendiri, tetapi bisa diciptakan melalui gotong royong antar-sektor.
Dengan adanya jaminan sosial ini, 100 porter di Cirebon kini bisa bekerja dengan hati yang lebih tenang. Mereka tahu, jika sesuatu terjadi, ada jaring pengaman sosial yang siap menopang.
Selamat untuk para porter! Kalian telah melayani dengan hati, kini giliran masyarakat dan korporasi melayani kalian dengan perlindungan.
Sugi
