
JURNAL POLRI.MY.ID.CIREBON. – Angka tidak pernah bohong. Hingga Juli 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran di Kota Cirebon baru menyentuh angka Rp1,7 miliar. Dari target ambisius sebesar Rp4 miliar, capaian ini baru mencapai 44,80%. Pertanyaan besarnya: Apakah sisa waktu enam bulan ke depan cukup untuk mengejar ketertinggalan lebih dari 50 persen?
Dalam Rapat Kerja antara Komisi I DPRD Kota Cirebon dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat, suasana terasa panas namun konstruktif. Ketua Komisi I, Agung Supirno, SH, secara tegas menyampaikan pesan keras kepada Kepala Dishub yang baru, Gunawan: “Jangan ulangi pola lama jika ingin hasil yang berbeda.”
Parkir: Tambang Emas atau Bocor Halus?
Agung Supirno menilai bahwa ketergantungan pada metode pengelolaan parkir konvensional adalah “jebakan”. Jika Dishub hanya berjalan di tempat dengan sistem yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, target Rp4 miliar hanyalah angan-angan.
“Ini menjadi catatan bagi Dishub di bawah kepemimpinan Pak Gunawan. Harus ada simulasi dan inovasi baru dalam tata kelola parkir. Kalau hanya mengikuti pola sebelumnya, potensi pendapatannya akan tetap seperti itu dan target akan sulit tercapai,” tegas Agung.
Publik kini menunggu: Apa inovasi yang akan dibawa Gunawan? Digitalisasi penuh? Penertiban liar yang lebih agresif? Atau kemitraan dengan pihak ketiga?
Trans Cirebon Bangkit: Belajar dari Semarang
Selain isu uang, ada isu mobilitas. Rencana pengoperasian kembali Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon menjadi sorotan utama. DPRD tidak main-main; mereka mendesak Dishub untuk tidak sekadar “menghidupkan” bus, tapi membangun ekosistem transportasi yang berkelanjutan.
Kota Cirebon diminta menengok ke barat, belajar dari kesuksesan Trans Semarang. Bagaimana kota tetangga itu mampu mempertahankan dan mengembangkan layanan BRT-nya hingga menjadi tulang punggung transportasi warga? Itu adalah PR besar bagi Dishub Cirebon.
Evaluasi sistem lampu lalu lintas (APILL) dan penertiban parkir liar juga masuk dalam daftar pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Apa Selanjutnya?
Rapat ini bukan akhir, tapi awal dari tekanan publik terhadap kinerja eksekutif. Warga Cirebon berhak bertanya:
- Kapan inovasi parkir baru akan diterapkan?
- Kapan Trans Cirebon benar-benar beroperasi dengan rute dan jadwal yang pasti?
- Bagaimana strategi Dishub menutup celah kebocoran PAD?
Mata rakyat tertuju pada Dishub. Inovasi atau stagnasi? Pilihan ada di tangan Anda, Pak Gunawan.
Sugi
