
Jurnal polri.My.Id.KUNINGAN .– Di tengah hiruk-pikuk birokrasi dan target pembangunan fisik, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., justru memilih menyentuh sisi paling lembut dari kehidupan masyarakat: ikatan batin antara ayah dan anak. Melalui terobosan kebijakan yang jarang dilakukan pejabat publik lainnya, ia resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.13/1282/DPPKBP3A/2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Langkah ini bukan sekadar regulasi administratif, melainkan sebuah pernyataan cinta dari seorang pemimpin kepada generasi penerus Kuningan. Bupati Dian menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak bisa dibebankan hanya pada pundak ibu dan guru. Peran ayah adalah fondasi emosional yang tak tergantikan.
“Keberhasilan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah dan ibu. Kehadiran ayah saat mengantar anak atau mengambil rapor adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi capaian mereka. Ini tentang membangun rasa percaya diri, mempererat ikatan batin, dan memberi motivasi yang tidak bisa dibeli dengan materi,” ujar Bupati Dian dengan penuh ketegasan namun tetap hangat.
Kebijakan yang Memanusiakan ASN dan Pekerja
Yang membuat gerakan ini istimewa adalah implementasinya yang nyata. Bupati Dian tidak hanya mengajak, tetapi juga memfasilitasi. Ia memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta sektor swasta di Kuningan untuk memberikan fleksibilitas waktu bagi pegawai laki-laki.
Artinya, seorang ayah yang bekerja sebagai ASN atau karyawan perusahaan kini memiliki legitimasi kuat untuk cuti atau menyesuaikan jam kerja demi mendampingi buah hatinya di momen penting tersebut. Ini adalah bukti bahwa Pemkab Kuningan memahami bahwa kesejahteraan keluarga adalah prasyarat mutlak bagi produktivitas kerja dan kualitas SDM daerah.
ASN Sebagai Pelopor Perubahan Budaya
Bupati Dian juga menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kuningan sebagai garda terdepan. Mereka diminta menjadi teladan, bukan hanya dengan mengikuti gerakan, tetapi juga mengedukasi lingkungan sekitar. Sinergi antara orang tua dan sekolah yang dibangun melalui GEMAR dan GAMAS diyakini akan menjadi fondasi kokoh dalam memantau perkembangan akademik, karakter, hingga kesehatan mental anak secara optimal.
“Momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah akan menjadi kenangan seumur hidup bagi mereka. Mari kita hadirkan waktu terbaik bagi anak-anak kita hari ini, karena itu adalah investasi masa depan bangsa,” pungkas Bupati Dian.
Melalui GEMAR dan GAMAS, Bupati Kuningan telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang hebat tidak selalu diukur dari seberapa banyak gedung yang dibangun, tetapi seberapa dalam sentuhan kasih sayang yang ditanamkan dalam setiap kebijakan. Warga Kuningan patut berbangga memiliki bupati yang berani mendefinisikan ulang makna “pembangunan manusia” dimulai dari ruang kelas dan pelukan seorang ayah.
sugi
