
JURNAL POLRI.MY.ID.KUNINGAN. – Waspada bagi ibu rumah tangga dan pengelola dapur umum di Kabupaten Kuningan! Euforia libur sekolah yang baru saja berakhir ternyata membawa konsekuensi tak terduga di kantong belanjaan. Tepat saat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir dan aktivitas sekolah normal, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mendadak “panas”.
Yang paling mencolok perhatian adalah harga daging ayam broiler. Dalam sekejap, harganya merangkak naik signifikan dari kisaran Rp26.000–Rp28.000/kg menjadi Rp35.000–Rp37.000/kg. Kenaikan hampir 40% ini tentu membuat para pedagang dan konsumen harus putar otak mengatur ulang anggaran belanja mingguan.
Efek Domino MBG dan Kembali Bersekolah
Fenomena ini tidak terjadi secara acak. Menurut pantauan Dinas Koperasi, Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Sumber Daya Mineral (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan, lonjakan permintaan adalah penyebab utamanya. Kombinasi dua faktor ini menciptakan tekanan harga yang sulit dibendung dalam waktu singkat:
- Aktivitas Sekolah Normal: Kantin sekolah dan warung makan sekitar kampus kembali ramai pembeli.
- Program MBG Bergulir: Ribuan porsi makanan bergizi yang disiapkan setiap hari membutuhkan pasokan protein dan sayuran dalam jumlah masif.
Tak hanya ayam, komoditas lain seperti cabai, telur, dan aneka sayuran juga ikut terseret arus kenaikan di berbagai sentra pasar, mulai dari Pasar Kepuh, Cilimus, Kramatmulya, Ciawigebang, hingga Luragung.
Apa yang Harus Dilakukan?
Pemerintah daerah melalui Diskopdagperin terus memantau pergerakan harga agar tidak terjadi spekulasi berlebihan. Bagi masyarakat, disarankan untuk tetap bijak berbelanja dan membandingkan harga di beberapa titik pasar sebelum memutuskan membeli.
Apakah kenaikan ini akan bertahan lama atau hanya sesaat seiring stabilnya distribusi pasca-libur? Pantau terus informasi harga terkini agar dapur Anda tetap ngebul tanpa bikin dompet bolong!
sugi
